Kriminal ›› Selaku KPA, Kepala DKP Maluku tak akan Lolos Sulistyono: Dia yang Paling Bertanggung Jawab

Selaku KPA, Kepala DKP Maluku tak akan Lolos


Ambon - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku, Bastian Mainassy tak akan lolos dari jeratan hukum. Sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek pancing tonda, Ia yang bertanggung jawab atas bermasalahnya proyek yang merugikan negara Rp 3 Milyar itu.

Hasil audit proyek pancing tonda saat ini masih berada di tangan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat.

“Semua yang bertanggung jawab kita jadikan tersangka. Kadis yang paling bertanggung jawab. Dia kan KPA. Perbuatan melawan hukum sudah ada, unsur kerugian negara sudah ada walaupun mengembalikan uang negara,” kata Direskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol Sulistyono kepada Siwalima, di ruang kerjanya, Selasa (11/2).

Sulistyono mengatakan, Ditreskrimsus masih menunggu hasil audit proyek pancing tonda dari PBKP Pusat yang nanti diserahkan melalui Mabes Polri.

“Hasil audit kan masih di BPKP Pusat. Soal koordinasi dengan Mabes nggak ada saya tunggu pelimpahan dari sana. Tidak ada koordinasi. Ya memang hanya tunggu saja. Kalau sudah diserahin kan Mabes tetap serahkan ke sini,” ujarnya.

Sulistyono meminta semua pihak tak berpikir negatif terhadap Ditreskrimsus, karena pihaknya serius mengusut dan menuntaskan kasus ini.

“Saya terus terang, tidak ada main-main. Jangan negatif jelek dulu. Saya terima kasih saja tidak apa,” ujarnya.

Sulistyono menyebutkan, 14 rekanan yang menangani proyek pancing tonda adalah

CV Exchel Pratama, CV Asta Bayu, PT Bumi Karya Maluku, CV Irene Citra Perkasa, CV Yerpani Utama, CV Kencana Abadi, CV Mejondri, CV Elma, CV Bumi Waras, PT Godriver, CVLease Sukses Makmur, CV Tri Jaya Lestari, Fa. Ketrampilan dan CV Sukses Lestari Multi Usaha.

Sebelumnya, Sulistyono mengaku,  Mainassy dan 14 rekanan yang mengerjakan proyek yang didanai APBN tahun 2011 itu, mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 3 Milyar ke kas negara.

“Iya sudah kembalikan ke kas negara. Saya tahunya ketika ada surat tembusan ke Ditreskrimsus, dimana surat tersebut selain ke saya selaku direktur juga ke Gubernur Maluku. Surat itu menyatakan  kalau rekanan yang mengerjakan proyek pancing tonda sudah kembalikan uang ke kas negara Rp 3 Milyar,” kata Sulistyono, kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Rabu (6/2).

Sulistyono sebelumnya juga mengaku, sudah mendapatkan informasi menyangkut hasil audit proyek pancing tonda dari BPKP Perwakilan Maluku.

 ”BPKP sudah menyerahkan hasil audit investigasi. Cuma prosedurnya kan BPKP Maluku kirim ke Mabes, jadi butuh waktu panjang. Saya sudah dapat hasil audit investigasinya dari BPKP Maluku, sehingga dalam waktu dekat kita akan tetapkan tersangka. Hasil auditnya sudah ada sebesar 3 milyar,” ungkap Sulistyono saat dikonfirmasi Siwalima, usai menghadiri perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1435 H di Mapolda Maluku, Selasa (21/1) lalu.(S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon