Daerah ›› Sejarah Run-Manhattan Jadi Ajang Promosi Maluku

Sejarah Run-Manhattan Jadi Ajang Promosi Maluku


Ambon - Sejarah dibalik perjanjian Breda di Negera Belanda di awal abad ke-17 Masehi, ten­tang pertukaran Pulau Run dan Manhattan, kini diangkat kembali oleh Konsulat Jen­deral Republik Indonesia (KJRI) di New York sebagai ajang untuk mempromosikan Maluku di mata dunia.

Pulau Run yang terletak di Kepulauan Banda, Provinsi Maluku, dulunya merupakan pulau yang paling berharga dari kepulauan rempah-rem­pah lainnya di Indonesia. Ini­lah yang mendorong pere­butan sengit dan berdarah antara Vereenigde Oostib­dische Cinpagnie (VOC) dan sekelompok tentara Inggris kala itu, yang dipimpin oleh Kapten Nathaniel Courthope.

Hasil dari perebutan terse­but adanya satu penawaran, lewat Perjanjian Breda di Ne­geri Belanda. Inggris lantas menyerahkan Pulau Run ke Belanda, dan sebagai imba­lan­nya Inggris diberi Manhattan, sebuah pulau yang ter­letak di sebelah selatan ujung Sungai Hudsonm, satu dari lima kota bagian yang mem­bentuk Kota New York.

Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua kepada war­tawan usai pertemuan dengan KJRI di New York dan Un­patti, di Lantai II Kantor Gu­bernur, Senin (6/3), mengata­kan, kunjungan KJRI dalam rangka memperingati 350 ta­hun penukaran Pulau RUN dan Manhattan di Amerika Se­rikat dalam bentuk Perjan­jian Breda.

“Beliau datang, karena Pu­lau Run ada di Maluku khu­sus­nya di Pulau Banda, dan dalam rangka kesiapan kita untuk angkat pariwisata, maka beliau datang dengan tujuan untuk promosi pariwisata, promosi budaya, promosi per­dagangan juga, dalam hal ini yang kita punya paling uta­ma itu rempah-rempah, karena perjanjian Run itu adalah rempah-rempah, dan yang  terakhir itu bisa melaku­kan hubungan kerja dengan melibatkan Unpatti,” jelas Sahuburua.

Dari hasil pertemuan, ada yang disepakati antara KJRI, Pemprov Maluku dan Unpatti, yang nantinya akan disam­paikan kepada Gubernur Maluku Said Assagaff.

Bukan hanya itu, dalam per­temuan tersebut juga dibi­carakan tentang momentum peringatan 350 tahun Perjan­jian Breda, yang direncana­kan puncaknya pada Bulan Agus­tus 2017 di New York.

“Puncaknya di Bulan Agus­tus 2017 di New York, tetapi rang­kaian kegiatan sudah di­mulai lebih awal yakni dibulan April 2017. Kita minta kalau bisa kegiatan itu juga dilak­sanakan di Banda Khususnya di Pulau Run,” ujar Sahu­burua.

Kalau diizinkan, katanya, pelaksanaan 350 tahun peri­ngatan Perjanjian Breda ter­sebut dapat dilaksanakan di Pulau Run, Banda, pada Bulan Oktober atau November.

“Kita tawarkan antara Okto­ber dan November. Karena bertepatan saat itu juga ada kegiatan pariwisata perahu belang, dan bisa diman­faat­kan momen tersebut,” tam­bah Sahuburua.

Rektor Unpatti, Marthinus Sapteno kepada wartawan juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, Maluku yang mempunyai potensi alam yang besar, haruslah dimanfaatkan lewat momen 350 tahun Perjanjian Breda.

“Kita punya sumber daya alam yang besar tinggal di­man­faatkan saja oleh peme­rintah daerah, jadi kita tadi juga bawa pakar sejarah, pakar hukum untuk bagaimana me­reka mempersiapkan itu. Da­lam kaitannya dengan ke­giatan-kegiatan promosi. Saya tadi usulkan konkrit, kegiatannya tidak selamanya harus di Ambon, tetapi juga di Pulau Run, karena dengan begitu kita membandingkan ingatan internasional bahwa Run itu punya nilai tawar in­ternasional saat itu sehingga bisa ditukarkan dengan Manhattan,” jelasnya.

Konsulat Bidang Ekonomi di KJRI New York Winanto Adi, berharap kegiatan peri­ngatan Perjanjian Breda dapat digelar di daerah ini.

“Mudah-mudahan nanti ada kegiatan di sini. Tadi Pak Wagub mewacanakan sekitar bulan November, mungkin bapak Konsulat Jenderal di New York bisa datang, sekali­gus kami akan mengundang Bapak Walikota New York untuk datang juga,” katanya.

KJRI New York, menurut­nya, akan bekerja sama dengan pemerintah Provinsi Maluku dan menjadikan momen ini untuk mempromo­sikan Maluku ke Amerika. Se­kaligus menjadi pintu masuk pengembangan ekonomi le­wat peringatan 350 tahun Perjanjian Breda.

“Berbagai event akan di gelar di KJRI New York. Mau itu promosi film, promosi kopi, promosi pariwisata dan lain-lain. Kita akan pake tagline Indonesia sebagai kepulauan penghasil rempah-rempah dunia, dengan mengacu pada sejarahnya Pulau Run dan Manhatten,” jelasnya.

Bukan hanya mengangkat kembali sejarah Pulau Run dan Manhatten, KJRI New York pun sudah sepakat dengan pemprov untuk terus membangun komunikasi guna melanjutkan rencana bersama dalam pembangunan ekonomi, terutama promosi budaya dari Maluku. (S-43)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon