Hukum ›› Sebut Dua Hakim Agung Bodoh

Sebut Dua Hakim Agung Bodoh


Kuasa hukum Theddy Tengko, Yus­ril Ihza Mahendra, menegaskan pihak­nya tidak pernah bermaksud meng­halangi eksekusi jaksa kepa­da klien­nya, tapi mempertanyakan dasar hu­kum untuk dilakukan ekse­kusi.

Penegasan itu disampaikan mantan Mentri Hukum dan HAM ini, menanggapi ngototnya Kejati Maluku meng­eksekusi Tengko.

"Kami hanya ingin mengetahui dasar yang dipakai Kejak­saan Agung dalam upaya eksekusi itu. Jika dasar yang dipakai adalah putusan non-eksekutable PN Ambon yang telah dibatalkan MA maka jelas dalam hal ini MA yang melanggar hukum," ujar Yusril kepada wartawan di Karanganyar, Sabtu (15/12).

Seperti dikutip detik.com, Yusril mengatakan, memba­talkan sebuah keputusan hukum yang sudah ditetapkan hanya melalui selembar surat tanpa melalui putusan kasa­si adalah jelas-jelas sebuah tindakan melanggar hukum. Jika cara-cara itu dibiar­kan, bisa menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia. Yusril khawatir ke de­pan hanya dengan selembar kertas seseorang bisa meminta pembatalan hukum tanpa melalui mekanisme prosedur hukum yang berlaku.

Dia bahkan menilai dua hakim agung yang menangani kasus Tengko telah mempermalukan MA dengan kebodo­hannya.

"Itu kesalahan luar biasa. Saya tantang dua hakim agung MA yaitu Profesor Paulus dan Pro­fesor Joko Sarwoko untuk ber­debat. Tantangan ini serius saya la­yangkan. Kedua orang ini yang telah mempermalukan MA selaku lembaga hukum tertinggi dengan kebodohan keduanya," lanjut Yusril.

Kondisi seperti itulah, kata Yus­ril, yang saat ini sedang dihadapi oleh kliennya. Menurutnya sela­ma proses hukumnya tidak se­suai dengan mekanisme hukum yang berlaku. Dia juga berharap kasus tersebut menjadi pem­belajaran bagi hakim-Hakim di MA untuk tidak bertindak sesu­kanya dengan tidak meng­indahkan putusan hakim per­adilan di bawahnya. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon