Kriminal ›› Sebelum Perkosa, Ayah Bejat Cabuli Anaknya Berulang Kali

Sebelum Perkosa, Ayah Bejat Cabuli Anaknya Berulang Kali


Ambon - Kepada tim penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, bocah 8 tahun itu mengaku sebelum diperkosa sudah sering kali dicabuli ayah kandung­nya, Buang Papilaya.

“Kemarin penyidik sudah periksa korban. Dan korban mengakui kalau sebelum ia diperkosa oleh bapaknya, ia lebih dulu dicabuli berulang kali. Pun­caknya baru ia diperkosa tanggal 17 Oktober 2017 lalu dan ternyata korban itu diper­kosa di bawah jembatan di kawasan Mardika. Itu yang diakui korban. Setelah diper­kosa barulah korban dibuang dan ditelantarkan di depan BCA Jalan Pantai Mardika itu,” jelas Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan pp Lease, AKP Teddy ketika dikonfirmasi, Jumat (27/10).

Menurutnya, saat ini peme­riksaan telah selesai dan tim penyidik sudah merampung­kan berkas tersangka sambil menunggu hasil visum dari kedua rumah sakit yang me­nangani korban untuk me­lengkapi berkas tersangka.

“Dalam waktu  dekat akan serahkan tahap I ke jaksa. Berkas sudah perampungan oleh penyidik PPA sambil penyidik PPA menunggu hasil visum RS GPM dan RS Haulusy melengkapi berkas pemeriksaan,” tandas Kasat.

Untuk diketahui, Buang Pa­pilaya mengaku nekad mem­perkosa buah hatinya yang baru berumur 8 tahun itu, karena sudah kurang lebih lima bulan istri tak melayani kebutuhan biologisnya.

Usai mengkonsumsi minu­man keras, hasrat seksualnya naik. Ia gelap mata. Anaknya yang berbau kencur itu men­jadi sasaran pelampiasan syah­wat Buang pada Selasa (16/10) pagi sekitar pukul 03.30 WIT.

“Saya tidak pernah mera­sakan kehangatan seorang istri, karena istri saya sudah tinggalkan saya sejak lima bulan lalu, sehingga setiap mengkonsumsi miras kebu­tuhan biologis saya tinggi. Saya melakukan pemerkosaan terhadap korban itu sekitar pukul 03.30 WIT, saat itu saya mabuk. Setelah saya habis minum saya membawa anak ke Pantai Losari dengan ber­jalan kaki sesampainya di lorong di dekat rumah makan lalu saya memperkosa anak saya dan saya taruh di depan BCA,” ungkap Buang kepada wartawan, di Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lea­se, Rabu (25/10).

Ancaman hukuman 20 tahun penjara menanti Buang. Tim  Penyidik Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau pulau Lease menjeratnya dengan pasal berlapis, yaitu pasal 81 ayat 1 dan 3 UU Nomor 35 tahun 2014  tentang Perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 ten­tang Perlindungan Anak, pasal  287 dan pasal 285  jo pasal 64 KUHP.   

Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lea­se, AKP Teddy kepada warta­wan di Mapolres Ambon, me­ngatakan, berkas Buang sudah dirampungkan oleh tim penyidik. Surat Pemberita­huan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dikirim ke jaksa Kamis (26/10).

Buang ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (24/10), setelah memeriksa tujuh orang saksi.(S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon