Kriminal ›› Satu Warga Hitu Dibacok Batu Koneng Memanas Lagi

Satu Warga Hitu Dibacok


Ambon - Warga Negeri Hitu, Ichal Hurasan harus menjalani perawatan intensif di RS Otto Kuyk, Sabtu (6/5). Supir angkot itu dibacok di bagian kepala dan tangan.

Informasi yang dihimpun Siwali­ma terungkap, kejadian pembacokan itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIT di sekitar Pos Perhubungan Dusun Hulung.

Awalnya mobil angkutan umum jurusan Hitu dengan nomor polisi DE 1918 AU yang dikendari korban dihadang oleh sejumlah warga asal Batu Koneng.

Korban membawa enam penum­pang lainnya, sementara melaju dari arah Desa Hitu hendak menuju ke Kota Ambon un­tuk tujuan berobat ke dokter praktek.

“Sesampainya di samping Pos Perhubungan Du­sun Hulung, terli­hat ada warga yang member­hentikan kenda­raan dan berbicara dengan korban. Namun tiba-tiba seorang warga lainnya dengan menggunakan parang langsung membacok korban,” ungkap sumber Siwalima  yang eng­gan namanya dikorankan, Sabtu (6/5). 

Akibatnya para penum­pang lainnya lari menyelamat­kan diri dengan cara melom­pat dari dalam mobil. Semen­tara korban langsung mem­balik haluan kendaraannya menuju ke arah Desa Hitu.

Setibanya di Desa Hitu, korban melaporkan kejadiann yang diala­minya ke warga setempat. Melihat kondisi kor­ban yang berlumuran da­rah membuat warga Hitu mur­ka sehingga mengumpulkan massa untuk menuju ke Du­sun Hulung.

Sekitar pukul 16.00 WIT, puluhan massa dari Desa Hitu menuju TKP Dusun Hulung, te­tapi tidak mendapatkan pe­laku pembacokan sehingga warga Hitu langsung menuju kawasan Batu Koneng, Desa Poka.

Mereka terlihat membawa alat tajam berupa parang dan panah. Namun pergerakan ke­datangan warga Hitu rupanya sudah diketahui warga Batu Koneng. Mereka pun sudah ber­siaga dengan alat tajam. Akhirnya kedua kubu pun terlibat aksi saling lempar menggunakan batu.

Beruntung  bentrok dapat diredam saat personil Brimob dan Yonif 733/Raider tiba di lokasi kejadian dan melerai kedua kelompok warga.

Mengamuknya kedua ke­lom­pok masa ini membuat polisi harus menembakan gas air mata mem­bubarkan massa dari Hitu yang mencoba ma­suk ke pemukiman warga Batu Koneng.

Untuk mengendalikan si­tuasi, Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease AKBP Sucahyo Hadi langsung tu­run TKP dan melakukan pen­dekatan persuasif dengan warga Hitu.

Warga Hitu sempat enggan pulang ke desanya sebelum pelaku pembacokan tertang­kap. Di depan Kapolres, me­reka sempat meminta untuk tangkap pembacok karena menjadi penyebab  bentrok terjadi terjadi. Selain itu mereka juga minta untuk  pendampingan polisi kepada warga Hitu yang berprofesi sebagai sopir angkut ketika memasuki  parkiran terminal Batu Merah.

“Setelah kejadian awal antara kedua kelompok warga, warga Hitu yang berprofesi sebagai sopir angkutan umum selalu mendapat teror oleh warga Batu Koneng di terminal,” ujar warga di depan kapolres.

Mendengar hal tersebut Kapolres meminta agar warga mempercayakan penyelesaian masalah kepada pihak kepo­lisian.

“Percayakan penyele­sai­an masa­lah ini ke polisi. Kita berjanji akan mengusut se­mua persoalan dan men­damaikan warga,” ujarnya. Akhirnya sekitar pukul 17.50 WIT warga Hitu dibubarkan dan kembali ke desanya.

Sementara itu, hingga Mi­nggu (7/5) malam, situasi dan kondisi keamanan di kawasan Batu Koneng sudah kondusif. Namun personil gabungan TNI dan Polri masih disiagakan.

“Hingga saat ini situasi aman terkendalali, namun untuk meng­hindari adanya bentrok susulan Aparat gabungan TNI Polri tetap di­siagakan di lokasi bentrok. Memang ada warga yang masih mengungsi, namun hanya wanita dan anak-anak,” jelas Kasubbag humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Iptu N Anakotta kepada Siwalima melalui telepon selulernya Minggu (7/5).

Menyangkut pelaku pem­bacokan, Anakotta mengaku masih dalam pencarian pihak kepolisian. “Nantinya perkem­bangan secara detail proses pengusutan bentrok ini akan disampaikan Kapolres hari Senin (8/5),” ujarnya. (S-45)

Kronologis

Pukul 15.00 WIT,

Angkot DE 1918 AU, ju­rusan Hitu, dihadang se­jumlah warga Batu Ko­neng.Tiba-tiba seorang warga lainnya menyerang korban dengan parang. 

Penumpang lainnya lari menyelamatkan diri dengan cara melompat dari dalam mobil. Dalam keadaan terluka parah, korban balik ke Desa Hitu 

Tiba di Hitu, korban me­nyampaikan kejadiannya ke warga. Melihat kondisi korban, warga Hitu emosi hing­ga mengumpulkan ma­ssa untuk menuju Hulung.

Pukul 16.00 WIT, puluhan massa dari Hitu tiba di Hulung, tetapi mereka tidak menemukan pelaku pembacokan. Tak puas, warga yang sudah tersulut amarah, menuju kawasan Batu Koneng.

Kedatangan warga Hitu rupanya sudah diketahui warga Batu Koneng, yang sudah bersiaga dengan alat tajam. Akhirnya kedua kubu pun terlibat aksi saling lempar menggunakan batu.

Bentrok dapat diredam saat personil Brimob dan Yonif 733 yang tiba di lokasi kejadian, setelah mendapat laporan warga.



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon