Kriminal ›› Satu Lagi Pemilik Sinabar Ditangkap Dua Sebelumnya Belum Tersangka

Satu Lagi Pemilik Sinabar Ditangkap


Ambon - Polisi kembali menangkap satu lagi pemilik batu sinabar berinisial FS.  Warga Dusun Hulung, Desa Iha, Kabupaten SBB ini ditangkap Senin, (15/5) di Pelabuhan Hurnala, Tulehu.

FS ditangkap sekitar pukul 23.00 WIT oleh personil Polsek Salahutu dengan barang bukti 16 karung material batu sinabar.

“Awalnya ini dilakukan rasia oleh Polsek Salahutu dengan sasaran hal hal yang mengganggu kamtibmas, se­telah proses razia polisi curiga de­ngan barang yang dibawa FS meng­gunakan angkut umum, akhirnya polisi kemudian memberhentikan ang­kutan itu, setelah diperiksa ter­nyata belasan karung yang dibawa berisikan pasir sinabar,” jelas Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau pulau, Lease AKP Teddy kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (17/5).

Lelaki 39 tahun itu beserta barang bukti kemudian diamankan di Polsek Salahutu. Setelah berkoordinasi de­ngan Satreskrim Polres Pulau Ambon, FS dan barang bukti digiring ke Polres Ambon.

Saat diperiksa, FS mengaku men­dapatkan batu sinabar dari tambang di Desa Iha. Sesuai rencana, ia akan menjual kembali sinabar tersebut di Kota Ambon.

“Setelah mengamankan pemilik kita langsung mengambil ketera­ngan, pemilik mengaku barang tersebut akan dijual di kota Ambon, dari keterangan tersebut saat ini kita masih menggali informasi dan sementara pemilik diamankan di Polres untuk peme­riksaan lanjut,” jelas Teddy.

Belum Tersangka

Hingga kini dua pemilik batu sina­bar, Hj. Nurdin dan Manaf Kaliky, be­lum  juga ditetapkan sebagai ter­sangka. Menurut Teddy, penyidik masih membutuhkan bukti tambahan untuk memperkuat penyelidikan. Ia mene­gaskan, kasus Nurdin dan Kaliky akan dituntaskan.

“Alasan kita belum menetapkan status tersangka terhadap kedua pemilik ini karena masih mencari bukti-bukti tambahan, tetapi kita optimis kasus ini akan segera kami usut tuntas,” ujarnya.

Teddy mengaku, dari hasil peme­riksaan penyidik mencium indikasi keterlibatan orang lain dalam kepe­milikan batu sinabar yang menjerat Manaf Kaliky maupun Nurdin.

“Kita sudah memeriksa 5 saksi. Untuk Manaf Kaliky kan sebelum­nya kita telah lakukan olah TKP, nah kita sementara akan mengambil keterangan dari Danramil Piru dan Kapolsek Huamual, karena kesibu­kan kita menunggu waktu kapan bisa untuk memintai keterangan mereka,” jelas Teddy.

Untuk diketahui, tempat penim­bunan ratusan karung batu sinabar milik Nurdin di RT 006/RW 009, Kebun Cengkeh, Kecamatan Sirimau digerebek polisi, Kamis (27/4) lalu. Selain batu sinabar, polisi juga menemukan alat penyulingan untuk pengolahan air keras di gudang UD Amin milik Nurdin.

Sementara 17 ton batu sinabar milik Manaf Kaliky diamankan polisi, Selasa (2/5), di di Dusun Waeputty, Desa Larike, Kecamatan Leihitu Barat.

Penangkapan Kaliky dengan barang bukti ratusan karung batu sinabar, atas informasi masyarakat.

Nurdin dan Kaliky dijerat UU Nomor 4 tahun 2019 tentang per­tambangan mineral dan batu bara, pasal 158 dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara serta denda Rp 10 milliar.

Sebelumnya, tempat pengolahan air keras di Dusun Ahuru, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, dige­rebek Satreskrim Polres Pulau Ambon bersama TNI, pada Kamis, (20/4). Barang bukti batu sinabar dan air keras hasil olahan turut diamankan.

Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu Hendriato Nau, Muhamad Ibraim dan La Anto. Berkas ketiga tersangka sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa. (S-45)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon