Daerah ›› Saptenno: Setiap Dosen Harus Buat Penelitian Dari Workshop Simlitbmas

Saptenno: Setiap Dosen Harus Buat Penelitian


Ambon - Forum Dosen Indonesia (FDI) Maluku harus terus meningkatkan kualitas para dosen di wilayah Maluku, karena tugas dosen bukan hanya mengajar, namun juga melakukan penelitian sebagai perwujudan dari ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

Rektor Unpatti, Marthinus Sap­teno dalam sepatah kata yang disam­paikan Wakil Rektor III Bidang Ke­mahasiswaan dan Alumni, Jusuf Madubun mengatakan, dosen dise­but sebagai pengajar profesional, namun dosen juga ilmuan, karena melakukan berbagai penelitian. Un­tuk itu setiap dosen harus mela­ku­kan penelitian.

Pasalnya, jika dosen tidak melaku­kan penelitian, maka bagaimana mungkin dosen dapat disebut seba­gai ilmuan, karena tanpa penelitian tidak akan menemukan hal-hal baru secara objektif dan terukur secara alamiah, sehingga dosen itu hanya berkembang di ilmu pengetahuan­nya saja.

“Sesungguhnya penelitian itu jadi sarana untuk merawat ilmu dan pe­ngetahuan sehingga tidak stagnan, karena itu seorang dosen yang ha­nya mengajar saja diharapkan juga dapat ikut kegiatan-kegiatan seperti ini agar dapat kembangkan ilmu dan pengetahuannya melalui penyusu­nan proposal,” pintanya.

Rektor Unidar, M. Riad Uluputty menambahkan, berbagai kegiatan yang diprogramkan termasuk kegia­tan workshop saat ini sangat diapre­siasi, sebab ini yang harus dilakukan  guna meningkatkan kualitas para dosen dari waktu ke waktu.

“Ini suatu hal yang luar biasa, karena kita terus bangun kearifan lokal sebagai orang basudara,” ung­kap Uluputty, dalam sambut­annya saat membuka workshop penulisan proposal penelitian/pe­ngabdian untuk penulisan sistem informasi manajemen penelitian dan pengab­dian kepada masyara­kat (SIMLIT­BMAS) 2019, yang berlangsung di Kampus Unidar Ambon, Jumat (9/8).

Sebelumnya, Ketua FDI Maluku, J.N Anamofa dalam sambutannya menjelaskan, FDI  merupakan kum­pulan dosen yang berkumpul secara sukarela dan melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan, misal­nya melakukan diskusi, termasuk  saat ini melakukan workshop.

“Memang di beberapa kampus kegiatan ini sudah dilakukan dan akan dilakukan, tetapi FDI bukan sekedar menimbah pengalaman sharing dan hearing bersama rekan-rekan yang tak hanya mengejar untuk miliki sertifikat Dikti, sehingga bisa jadi fasilitator maupun nara­sumber, namun lebih dari itu kita ja­lan-jalan ke kampus, baik di Unpatti, UKIM, Unidar dan sebagainya agar bisa sharing untuk saling bagi pe­ngalaman usul  proposal penelitian/pengabdian untuk penulisan SIM­LITBMAS,” tandasnya.(S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon