Visi ›› Saling Tuding Blok Masela

Saling Tuding Blok Masela


Sikap Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said yang menuding ada kebohongan permintaan pembangunan kilang Blok Masela sangat mengherankan, karena permintaan kilang darat sesuai kebutuhan masyarakat. Justru, Menteri ESDM dan jajarannya, serta SKK Migas yang harus berhenti membohongi masyarakat Maluku soal kilang Blok Masela.

Menteri ESDM memang gemar membuat kegaduhan terkait berbagai hal. Publik patut bertanya sebenarnya siapa yang bohong? Masyarakat dibilang bohong, pemerintah daerah dibilang bohong, intelektual dibilang bohong. Yang bohong siapa sebenarnya? Menteri ESDM dan kita semua sebaiknya dengar hati nurani.

Keinginan masyarakat di Maluku maupun khususnya Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Maluku Barat Daya, karena merupakan Koordinator Intelektual Maluku Barat Daya, di mana Blok Masela itu berada semuanya senada yaitu kilangnya dibangun di darat.

Semua ingin di darat, karena memiliki efek ganda yang nyata dan langsung kepada masyarakat. Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Maluku Barat Daya selama ini dibiarkan miskin dan terbelakang sehungga sekarang ada Blok Masela yang memberikan harapan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, dalam Musyawarah Besar Maluku yang dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla, sangat jelas ada kesimpulan dan rekomendasi agar semua blok di Maluku dikelola secara onshore (darat). Musyawarah ini dihadiri semua elemen Maluku, mulai dari Gubernur, Bupati/Walikota, diaspora, akademisi dan tokoh masyarakat.

Pemerintah memang telah didesak untuk mengembangkan Blok Masela di Maluku dengan skenario pembangunan kilang gas alam cair (liquefiednaturan gas/LNG) di darat atau ‘onshore’. Pertimbangannya, kata dia, pemerintah sangat memperhatikan ‘multipliereffects’ (dampak ganda) serta percepatan pembangunan ekonomi Maluku khususnya dan Indonesia timur pada umumnya. 

Presiden Joko Widodo juga diharapkan tetap konsekuen melaksanakan konstitusi, yakni pemanfaatan sumber daya alam (SDA) sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Presiden Jokowi telah berkali-kali menegaskan pemanfaatan ladang gas abadi Masela tidak sekadar sebagai penghasil devisa, tetapi juga harus menjadi motor percepatan pembangunan ekonomi Maluku dan Indonesia timur.

Membangun kilang di darat itumanfaatnya dan ‘multipliereffect’-nya yang jauh lebih besar daripada jika kilang dibangun di laut. Dengan pembangunan kilang di darat, akan lahir industri pupuk dan petrokimia.

Perbedaan persepsi dan pendapat antar menteri maupun menteri dan publik soal proyek gas tersebut merupakan dinamika dalam mempertajam analisis. Namun semuanya harus bermuara pada kesejahteraan rakyat dan bukan memikirkan keuntungan finansial bagi kalangan elit saja. (*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon