Visi ›› Saling Serang, Siapakah Diuntungkan ?

Saling Serang, Siapakah Diuntungkan ?


Politik sudah pasti selalu berkaitan dengan kepentingan maupun kekuasaan, jabatan dan sebagainya,

bahkan untuk mendapatkan kekuasaan segala cara dilakukan.Tak tanggung-tanggung saling serang diantara sesama kader partai politik harus terjadi. Padahal  menjelang pesta demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Maluku harusnya mengedepankan pendidikan politik dan bukan sebaliknya.

Kader Partai Golkar di Maluku saling serang, “politik identitas” kemudian menjadi salah satu isu yang dinaikan ke publik hanya semata-mata ingin menjatuhkan lawan politik, entah apa tujuannya, tetapi yang pasti isu ini harus dihentikan dalam kontestasi politik, sebab tidak populer dan tidak demokratis.

Saling serang diantara sesama kader Golkar tentu saja bisa menjadi senjata ampuh bagi lawan-lawan politik lainnya untuk menjatuhkan Said Assagaff sang petahana yang juga Ketua DPD Partai Golkar Maluku. Sabagai Petahana popularitas petahana tentu saja masih tinggi.

Langkah tegas yang diambil DPP Partai Golkar untuk memberikan sanksi bagi kader baik itu pengurus maupun  kader lainnya yang membangkang dan tidak mengawal rekomendasi kepada sapangan calon Gubernur Said Assagaff dan calon Wakil Gubernur Andre Rentanubun  merupakan langkah yang tepat. Apalagi golkar sudah final memberikan rekomendasi kepada Assagaff dan Rentanubun. Tetapi langkah ini juga harus disertai dengan pengawasan, sehingga cara-cara saling serang diantara sesama kader yang berujung dengan memunculkan isu politik identitas, merupakan tindakan yang tidak terpuji dan justru akan membodohi rakyat.

Ini bukan soal siapa yang diuntungkan akibat saling serang tersebut, tetapi yang diharapkan adalah, politik yang dibangun adalah politik santun, sopan dan menjaga nilai-nilai etika dan moral, sehingga proses demokrasi itu bisa ditanamkan secara baik bagi rakyat.

Golkar merupakan partai besar yang tentu saja sudah sangat teruji kapasitas, kualitas dan pengalamannya dalam perpolitikan, karena itu, membangun politik yang santun dengan menerapkan nilai-nilai edukasi sangatlah penting bagi rakyat.

Kendati rakyat kita sudah sangat kritis, tetapi kekritisan rakyat juga haruslah jeli melihat situasi dan kondisi politik yang dipertontonkan oleh partai-partai politik.

Karena itu, menghentikan saling serang di antara sesama kader merupakan langkah yang tepat, dan selanjutnya membangun komunikasi politik yang baik yang bisa diedukasikan bagi rakyat itulah yang sangat penting, yang pada akhirnya upaya untuk menciptakan Pilkada yang sehat, pilkada yang berkualitas dapat terwujud, sehingga Pilkada Maluku tahun 2018 dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas.(*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon