Hukum ›› Saksi Korupsi Direktur RSUD Saparua Masih Diperiksa Jaksa

Saksi Korupsi Direktur RSUD Saparua Masih Diperiksa Jaksa


Ambon - Hingga kini penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Ambon di Saparua masih memeriksa saksi-saksi kasus dugaan korupsianggaran Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) tahun 2011-2012 atas tersangka Direktur RSUD Saparua, Joke Pattinaya.

Jaksa manargetkan bulan Maret mendatang berkas Pattinaya dirampungkan. Iaditetapkan sebagai tersangka sejak 26 September 2013 lalu.

“Kita targetkan di bulan Maret mendatang, berkas milik Direktur RSUD Saparua sudah bisa dirampungkan,” ungkap Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Palapia, kepadaSiwalima¸melalui telepon selulernya, Selasa (11/2).

.Menurutnya, sekitar 30 saksi telah diperiksa. Mereka yang diperiksa adalah suster, mantri, dan dokter termasuk di dalamnya pegawai administrasi dan pegawai honorer di RSUD Saparua “Kita masih intens melakukan pemeriksaan saksi-saksi, yang direncanakan sekitar 60 orang dan sekarang sekitar 30 orang telah diperiksa,” kata Palapia.

Tak hanya Pattinaya, namun jaksa juga menetapkan mantan Bendahara RSUD Saparua,  Paulina Nanlohy juga ditetapkan sebagai tersangka.

Sumber Siwalima di Kejati Ma­luku menyebutkan,  untuk angga­ran Jamkesmas yang dialokasikan dari APBN Tahun 2009 sebesar Rp 407.798.000. Namun digunakan Rp 355.568.000.Sehingga terjadi selisih Rp 52.230.000.

Tahun 2010, anggaran yang dialo­ka­sikan sebesar Rp 412.231.000, na­mun yang dicairkan Rp 324.319.000, sehingga terjadi selisih Rp 87.912.000.

Kemudian Tahun 2011, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 434.749.000, namun yang dicairkan Rp 107.322.000.Karena itu, terjadi selisih Rp 327.427.000. Selanjutnya, Tahun 2012, anggaran yang dialo­kasikan sebesar Rp 115.261.000, tetapi yang dicairkan Rp 22.031.495, sehingga terjadi selisih Rp 93.229.505.

Dengan demikian, total anggaran Jamkesmas yang tidak digunakan atau tidak dicairkan sebesar Rp 560.798.505.

Sementara untuk anggaran Jamkesda yang dialokasikan dari APBD Tahun 2011 sebesar Rp 18.000.000, namun yang hanya dicairkan oleh pihak RSUD Saparua sebesar Rp 10.075.600, sehingga terjadi selisih Rp 7.924.400.

Kemudian Tahun 2012, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 98.194.487, tetapi yang dicairkan Rp 81.565.065, sehingga terjadi selisih Rp 16.629.422.

Dengan demikian, anggaran Jam­kesda yang tidak digunakan atau ti­dak dicairkan sebesar Rp 24.553.822.

Sehingga secara keseluruhan selisih anggaran Jamkesmas dan Jamkesda mencapai Rp 585. 352. 327. Anggaran sebesar ini di­anggap oleh jaksa sebagai kerugian negara, karena penggunaannya tak jelas.

Anggaran Jamkesda bersumber dari APBD tahun 2011-2012. Se­dangkan Jamkesmas bersumber dari APBN tahun 2009-2012, dengan total anggarannya sebesar Rp 1,5 milyar lebih.(S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon