Kriminal ›› Saksi akui Temukan Narkotika di Kamar Terdakwa Polisi Terlibat Narkoba

Saksi akui Temukan Narkotika di Kamar Terdakwa


Ambon - Anggota Propam Polda Maluku, Brig­pol Abdul Basri mengakui jika mene­mukan satu paket narkotika jenis sabu-sabu di kamar  anggota Polres Seram Ba­­gian Timur (SBT), Brigadir Mario Athiuta saat dilakukan penggledahan.

“Penggeledahan dilakukan oleh kita empat orang pada tanggal 11 April 2016 pukul 01.00 Wit dini hari. Saat itu ter­dakwa sudah kabur dari rumahnya,” ungkap Basri, dalam keterangannya di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Rabu (17/5).

Basri dihadirkan JPU Kejati Maluku ber­sama tiga rekannya sebagai saksi untuk Brigadir Mario Athiuta, terdakwa kasus narkotika, dalam sidang yang di­pimpin majelis hakim yang diketuai Luk­man Amin didampingi Herry Setiabudi dan Asmo Siahaan selaku hakim anggota.

Basri menjelaskan, selain me­nemukan sabu-sabu didalam dompet terdakwa, juga ditemukan  alat penghisap sabu (bong), 50 butir peluru tajam kaliber 6,5 mili meter, 50 butir peluru tajam revolver kaliber 38 mm, satu butir pe­luru karet V2, 46 butir peluru tajam kaliber 5,56 mm, korek api, pipet, plas­tik bening dan timbangan elektronik, satu pucuk pistol jenis air soft gun beserta enam butir amunisi. 

“Saat dilakukan penggeledahan kita menemukan alat penghisap sabu, 50 butir peluru tajam kaliber 6,5 mili meter, 50 butir peluru tajam revolver kaliber 38 mm, satu butir peluru karet V2, 46 butir peluru ta­jam kaliber 5,56 mm, korek api, pipet, plastik bening dan timbangan elektronik, satu pucuk pistol jenis air soft gun beserta enam butir amu­nisi dan semuanya disita un­tuk dijadikan barang bukti,” bebernya.

Saat itu, kata dia, terdakwa kabur dan tidak tahu jejaknya setelah be­berapa hari, dan akhirnya tertang­kap di Waipirit, Kabupaten SBB. Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim menunda si­dang hingga pekan depan masih dengan agenda pemeriksaan saksi.

Untuk diketahui, kasus narkoba Mario terungkap pasca keluarnya surat perintah Polri Nomor 46 pada Maret 2016 yang isinya mengins­truksikan untuk menyelidiki ang­gota polisi yang diduga terlibat kasus narkoba.

Dari hasil penyelidikan internal, diketahui kalau nama Mario juga muncul sebagai pengguna narko­ba. Namun karena Mario sudah bertugas di Polres SBT, sehingga Propam Polda Maluku menunggu kepulangannya ke Ambon untuk melakukan pemeriksaan.

Saat mengetahui kalau Mario sudah di Ambon, polisi menge­pung rumahnya di Tantui. Brigpol Sebastian sempat mengetuk pintu depan sambil memanggil ter­dakwa, tetapi yang terdengar dari dalam rumah adalah suara makian dan selanjutnya seluruh lampu dipadamkan.

Saat penggeledahan di kamar terdakwa, dengan didampingi kakak serta orang tua Brigpol Mario, polisi menemukan alat penghisap sabu (bong), 50 butir peluru tajam kaliber 6,5 mili meter, 50 butir peluru tajam revolver kaliber 38 mm, satu butir peluru karet V2, 46 butir peluru tajam kaliber 5,56 mm, satu pucuk pistol jenis air soft gun beserta enam butir amunisi. Brigpol Mario juga dijerat dengan kepemilikan ratusan amunisi, namun majelis hakim PN Ambon menjatuhkan vonis bebas terhadapnya, dalam sidang Rabu (5/4). (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon