Politik ›› SA Tolak Gandeng BMW Ditawarkan Rekomendasi Demokrat

SA Tolak Gandeng BMW


Ambon - Said Assagaff menolak tawaran DPP Partai Demokrat untuk menggandeng Michael Wattimena di Pilkada Maluku.

Demokrat yang memiliki 6 kursi di DPRD Maluku menawarkan reko­men­dasi kepada SA, sapaan akrab Assagaff, asalkan menggandeng kader bintang mercy, Michael Watti­mena yang dikenal dengan sapaan akrab BMW sebagai bakal calon wakil gubernur.

Tawaran itu bermula Majelis Tinggi Partai Demokrat menggelar rapat pembahasan bakal calon Gubernur dan Wagub Maluku perio­de 2018-2023. Rapat dipimpin Ketua Majelis Tinggi yang juga Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono, yang digelar secara tertutup di Cikeas-Bogor, Selasa (10/10).

Rapat terbatas itu hanya dihadiri oleh Majelis Tinggi, Sekjen DPP Hinca IP Pandjaitan, Komisi Pemi­lihan Pemilu (KPP) DPP Partai Demokrat, Ketua-Ketua DPD dan KPP dari setiap DPD.

SBY selanjutnya memberikan ke­sempatan kepada Ketua DPD Maluku Elwen Roy Pattiasiana yang didampingi Ketua KPP Demokrat Maluku, Max Marchel Sahusila­wa­ne, Sekretaris Muis Ishak dan dua anggota  yaitu Frans Huka dan Her­mina Saija, memaparkan hasil penja­ringan dan penyaringan yang dilaku­kan oleh KPP sejak 15-22 Juli dan ke­mudian sesuai instruksi DPP diper­panjang lagi 25 - 30 September lalu.

Pattiasina kemudian memaparkan dalam dua tahapan tersebut, ter­catat ada 11 bakal calon gubernur yang terdaftar di DPD Demokrat Maluku yaitu Bupati MBD Barnabas Orno, Komandan Korps Brimob Mabes Polri Irjen Murad Ismail, petahana Said Assagaff, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Michael Wattimena, mantan anggota DPR RI Engelina Pattiasina, Inspektur IV Jamwas Kejagung Herman Koedoeboen, Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Maluku MZ Sangadji, Ketua DPD Demokrat Maluku Jacobus Puttilei­halat, Bupati Bursel Tagop S Soulisa, Dirjen Pembangunan Kawasan Tertentu Kemendes PDTT Johozua M Yoltuwu dan Mantan Bupati MTB Bitzael S Temmar.

Sumber Siwalima di DPP Demo­krat, menyebutkan, setelah Pattia­sina juga mempresentasikan nama-nama bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang mendaftar, ia juga memaparkan hasil survei yang telah dilakukan oleh LSI yang digunakan oleh Demokrat maupun hasil survei yang digunakan oleh para bakal calon.

Termasuk juga posisi Komandan Korps Brimob Irjen Murad Ismail, yang telah mengantongi rekomen­dasi dari sejumlah partai politik.

“Saat mempresentasikan hasil survei, Pattiasina langsung meng­usulkan nama SA untuk berpasa­ngan dengan kader terbaik Partai Demokrat, yakni BMW. Men­dengar usulan tersebut, KPP DPP Demokrat langsung menghubungi SA melalui telepon selulernya namun nomor tele­ponnya tidak aktif. Selang beberapa waktu kemudian, ketika dihubungi kembali, ternyata SA menolak untuk berpasangan de­ngan BMW dengan alasan konsisten menggandeng An­dreas Rentanu­bun,” ujar sumber tersebut yang enggan namanya dikorankan, Selasa (10/10).

Akibatnya, kata sumber itu, reko­men­dasi enam kursi tersebut tak mungkin lagi diberikan kepada SA. “DPP mensyaratkan rekomendasi akan diberikan jika menggandeng BMW sebagai balon wagub, namun yang terjadi justru SA menolaknya. Itu artinya peluang SA untuk men­dapatkan rekomendasi Demokrat juga tipis,” ujarnya.

Pernah Ditolak

Penolakan SA tersebut, menurut sumber itu, bukan baru pertama kali terjadi. “Beberapa saat setelah BMW mendaftar di DPD Demokrat Maluku sebagai balon gubernur, Sabtu (30/9) lalu, sejumlah petinggi DPD bersama BMW telah bertemu dengan SA untuk mengajukan tawaran Demokrat. Namun saat itu, SA sudah menolaknya,” ungkap sumber tersebut.

Selanjutnya, DPD dan KPP De­mokrat Maluku berupaya menyam­paikan hasil pertemuan dengan SA sekaligus penolakan tersebut kepa­da Sekjen Hinca IP Panjaitan di kantor DPP, Jumat (6/10). Namun kala itu, Sekjen tidak bisa ditemui. DPD dan KPP Demokrat Maluku hanya bertemu dengan Wakil Sekjen Andi Timo Pangerang.

“Wakil Sekjen Andi Timo Pange­rang mengarahkan agar usulan un­tuk SA berpasangan dengan BMW diajukan saat rapat dengan DPP. DPD dan KPP Demokrat Maluku kemudian menyampaikan saat rapat yang dipimpin SBY di Cikeas pagi hingga sore hari tadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KPP DPD Demokrat Maluku, Max Marchel Sahu­silawane yang dikonfirmasi Siwa­lima, melalui telepon selulernya tadi malam mengaku nama BMW memang diusulkan sebagai balon wagub untuk berpasangan dengan SA.

“Nama BMW mencuat dalam rapat tersebut untuk berpasangan dengan SA. KPP DPP juga sudah langsung menghubungi SA melalui telepon selulernya,” ungkapnya.

Menyangkut penolakan SA untuk berpasangan dengan BMW, Sahusi­lawane mengaku tidak diketahuinya. “Kalau soal itu, saya tidak tahu ka­rena itu sudah kewenangan DPP. Tugas kita sudah selesai dan kita hanya menunggu undangan lagi dari DPP untuk diketahui keputusan rekomendasinya seperti apa,”  ungkapnya.

Pembahasan balon Calkada Ma­luku dari partai berlambang bintang mercy itu digelar bersamaan dengan pembahasan 16 provinsi lainnya yang juga akan  menggelar pilkada serentak yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Se­latan, Sumatera Utara, Bali, Kali­mantan Barat, Kalimantan Timur, Lampung, Maluku Utara, Nusa Teng­gara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Riau, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. (S-16)

    



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon