Politik ›› SA Dinilai Terburu-buru Tolak Tawaran Demokrat

SA Dinilai Terburu-buru


Ambon - Keputusan Said Assagaff menolak tawaran Demokrat untuk menggandeng Michael Wattimena, dinilai terlalu terburu-buru.

Padahal tawaran Demokrat ini cukup baik, karena jika petahana menggandeng BMW, sapaan akrab Michael Wattimena, maka rekomen­dasi partai berlambang bintang mercy itu sudah ada ditangannya.

Partai Demokrat memiliki 6 kursi di DPRD Maluku. Jumlah ini, sama dengan milik Golkar. Akumulasi kursi kedua partai tersebut sudah cukup untuk mengantarkan SA, sapaan akrab Assagaff untuk mendaftar di KPU, Februari 2018 mendatang.

Akademisi Universitas Darusa­lam, Zulkifar Lestaluhu menjelaskan, semestinya, petahana berpikir panjang, sebelum menolak tawaran dari DPP Demokrat agar ia meng­gandeng BMW.

Hal ini dikarenakan sampai saat sekarang, SA belum memperoleh rekomendasi yang resmi untuk me­loloskannya maju sebagai kontes­tan di Pilkada Maluku. 

“Tawaran dari Demokrat itu saya pikir cukup baik yah. Harusnya SA jangan terburu-buru tolak tawaran itu, tetapi pertimbangkan dengan ma­tang dulu, karena sampai seka­rang kan secara resmi SA belum kantongi rekomendasi yang cukup untuk lolos sebagai kontestan,” kata Lestaluhu kepada Siwalima, Kamis (12/10).

Ada baiknya, jelas Lestaluhu, SA menerima tawaran Demokrat, karena yang terpenting ialah bagaimana mengamankan rekomendasi untuk memenuhi syarat pencalonan.  “Itu tawaran yang sangat baik, sehingga sebaiknya terima saja dulu tawaran Demokrat,” ujarnya.

Ditambah lagi, SA juga mendaftar di partai Demokrat sebagai balon gubernur. Otomatis, tawaran De­mo­krat itu sudah tepat sehingga hara­pannya untuk mendaftar di Demokrat, memperoleh hasil yang baik.

“SA juga daftar di Demokrat. Meskipun sampai sejauh ini orang mengetahui SA dengan Andreas Rentanubun tetapi sampai sekarang kan belum deklarasi menyatakan bahwa mereka resmi berpasangan. Nah, peluang di Demokrat ini cukup menarik sebenarnya,” jelasnya.

Lestaluhu mnegatakan, BMW merupakan figur yang potensial dan berpengaruh di DPP, sehingga sudah selayaknya Demokrat mena­warkan figur terbaiknya untuk digandeng SA.

“BMW ini kan sosok yang berpo­tensi. Beliau punya karier politik yang sangat baik, dan saya rasa kerja politiknya juga dikenal luas oleh masyarakat Maluku, meskipun merupakan anggota DPR RI dari dapil Papua,” ungkapnya.

Olehnya itu, ia menilai penolakan Assagaff tersebut hanya SA yang tahu dengan hitung-hitungan politik dalam pemerintahan kedepan. Akan tetapi, ia tidak mempertimbangkan soal rekomendasi untuk lolos dalam Pilkada Maluku. “Disatu sisi ada lawan yang su­dah peroleh rekomendasi yang cu­kup, sehingga petahana jika berpa­sangan dengan BMW sebenarnya sudah cukup baik. Tidak ada sa­lahnya kalau terima tawaran itu,” tandas Lestaluhu.

Mencukupi

Sementara itu, SA kepada Siwa­lima disela-sela menghadiri puncak acara HUT ke-18 Kabupaten Buru, Kamis (12/10) mengaku sudah memperoleh dukungan rekomendasi yang mencukupi persyaratan.

“Beta sudah, sudah lebih dari cukup. Siapa saja mau lawan, silahkan,” ujar SA. Walau begitu, ia tak merinci partai mana saja yang sudah memberikan dukungan.

Menyangkut tawaran Demokrat, SA justru mengaku belum ada tawaran. “Seng ada yang tawar. Sampai seka­rang seng ada yang ta­war,” katanya.

Sebagaimana diketahui,Demokrat menawarkan rekomendasi kepada SA asalkan menggandeng BMW sebagai bakal calon wakil gubernur.

Tawaran itu bermula saat Majelis Tinggi Partai Demokrat menggelar rapat pembahasan bakal calon Gu­bernur dan Wagub Maluku periode 2018-2023. Rapat dipimpin Ketua Majelis Tinggi yang juga Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono, yang digelar secara tertutup di Cikeas-Bogor, Selasa (10/10).

Rapat terbatas itu hanya dihadiri oleh Majelis Tinggi, Sekjen DPP Hinca IP Pandjaitan, Komisi Pemi­lihan Pemilu (KPP) DPP Partai De­mokrat, Ketua-Ketua DPD dan KPP dari setiap DPD.

SBY selanjutnya memberikan kesempatan kepada Ketua DPD Maluku Elwen Roy Pattiasiana yang didampingi Ketua KPP Demokrat Maluku, Max Marchel Sahusila­wane, Sekretaris Muis Ishak dan dua anggota yaitu Frans Huka dan Hermina Saija, memaparkan hasil penjaringan dan penyaringan yang dilakukan oleh KPP sejak 15-22 Juli dan kemudian diperpanjang lagi 25 - 30 September lalu.

Pattiasina kemudian memaparkan dalam dua tahapan tersebut, tercatat ada 11 bakal calon gubernur yang terdaftar di DPD Demokrat Maluku yaitu Bupati MBD Barnabas Orno, Komandan Korps Brimob Mabes Polri Irjen Murad Ismail, petahana Said Assagaff, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Michael Wattimena, mantan anggota DPR RI Engelina Pattiasina, Inspektur IV Jamwas Ke­jagung Herman Koedoeboen, Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Maluku MZ Sangadji, Ketua DPD Demokrat Maluku Jacobus Puttilei­halat, Bupati Bursel Tagop S Soulisa, Dirjen Pembangunan Kawasan Ter­tentu Kemendes PDTT Johozua M Yoltuwu dan Mantan Bupati MTB Bitzael Temmar.

Sumber Siwalima di DPP Demo­krat, menyebutkan, Pattiasina juga juga memaparkan hasil survei yang telah dilakukan oleh LSI yang digunakan oleh Demokrat maupun hasil survei yang digunakan oleh para bakal calon. Termasuk juga posisi Komandan Korps Brimob Irjen Murad Ismail, yang telah me­ngantongi rekomendasi dari sejum­lah partai politik.

“Saat mempresentasikan hasil survei, Pattiasina langsung meng­usul­kan nama SA untuk berpasa­ngan dengan kader terbaik Partai Demokrat, yakni BMW. Mendengar usulan tersebut, KPP DPP Demokrat langsung menghubungi SA melalui telepon selulernya namun nomor teleponnya tidak aktif. Selang bebe­rapa waktu kemudian, ketika dihubungi kembali, ternyata SA menolak untuk berpasangan dengan BMW dengan alasan konsisten menggandeng Andreas Rentanu­bun,” ujar sumber yang enggan namanya dikorankan, Selasa (10/10).

Akibatnya, kata sumber itu, rekomendasi enam kursi tersebut tak mungkin lagi diberikan kepada SA.

Pernah Ditolak

Penolakan SA tersebut, menurut sumber itu, bukan baru pertama kali terjadi. “Beberapa saat setelah BMW mendaftar di DPD Demokrat Maluku sebagai balon gubernur, Sabtu (30/9) lalu, sejumlah petinggi DPD bersama BMW telah bertemu de­ngan SA untuk mengajukan tawa­ran Demokrat. Namun saat itu, SA sudah menolaknya,” ungkap sumber tersebut.

Selanjutnya, DPD dan KPP De­mokrat Maluku berupaya menyam­paikan hasil pertemuan dengan SA sekaligus penolakan tersebut kepa­da Sekjen Hinca IP Panjaitan di kantor DPP, Jumat (6/10). Namun kala itu, Sekjen tidak bisa ditemui. DPD dan KPP Demokrat Maluku hanya bertemu dengan Wakil Sekjen Andi Timo Pangerang.

Sementara itu, Ketua KPP DPD De­mokrat Maluku, Max Marchel Sahu­silawane yang dikonfirmasi Siwalima, melalui telepon seluler­nya tadi malam mengaku nama BMW memang di­usulkan sebagai balon wagub untuk berpasangan dengan SA.

“Nama BMW mencuat dalam rapat tersebut untuk berpasangan dengan SA. KPP DPP juga sudah langsung menghubungi SA melalui telepon selulernya,” ungkapnya.

Menyangkut penolakan SA untuk berpasangan dengan BMW, Sahu­silawane mengaku tidak diketahui­nya. “Kalau soal itu, saya tidak tahu karena itu sudah kewenangan DPP. Tugas kita sudah selesai dan kita hanya menunggu undangan lagi dari DPP untuk diketahui keputusan rekomendasinya seperti apa,”  ungkapnya. (S-46)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon