Daerah ›› Rutan Masohi Akui Lalai Terdakwa Bandar Togel Lolos Langgar Kode Etik, Empat Petugas Diperiksa

Rutan Masohi Akui Lalai Terdakwa Bandar Togel Lolos


Masohi - Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II  Masohi, Abdullah Laisouw mengakui,  karena kelalaian pihaknya mengakibatkan, Yongky Frans, terdakwa bandar togel yang sementara menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri (PN) Masohi lolos dari rutan tersebut pada Senin (11/3) malam.

“Kami akui, lolosnya Yongky Frans terdakwa kasus togel yang dititip pada Rutan  Masohi akibat kelalainya petugas kami, yang saat itu melakukan penjagaan pada Senin (11/3) malam,”jelas Laisouw kepada wartawan di Masohi, Kamis (14/3).

Laisouw mengungkapkan, lolos­nya Yongky Frans barawal ketika terdakwa meminta izin dari petugas jaga untuk pulang ke rumahnya, karena ada urusan keluarga yang mesti dihadirinya. informasi izin ini juga tidak diketahuinya sama sekali.

“Saya selaku pimpinan Rutan tidak diberitahukan sebelumnya oleh bawahan saya yang saat itu menjadi petugas jaga. Karena saat itu saya sementara berada di Ambon  untuk urusan dinas,” tuturnya.

Ia mengakui, perbuatan petugas jaga saat itu adalah sebuah bentuk kelalaian sehingga mengakibatkan, terdakwa dengan bebas bisa keluar dan akhirnya melakukan tindakan hukum dengan menggunakan nar­koba yang pada akhirnya ditangkap oleh Satuan Narkoba Polres Mal­teng.

Atas tindakan kelalaian itu, lan­jutnya, tim pengawas Rutan Masohi langsung memeriksa empat petugas jaga saat itu dan mengizinkan ter­dakwa tanpa mendapatkan izin resmi dari dirinya.

“Saya ketika mendapatkan laporan dari bawahan terkait dengan ditang­kapnya Yongki Frans oleh pihak Polres Malteng di luar lingkungan rutan, maka tanpa menunggu waktu lama laporan tersebut langsung di tindaklanjuti, dengan memeriksa empat petugas jaga,”jelasnya sem­bari enggan menyebutkan nama empat petugas jaga tersebut yang sedang diperiksa.

Ia menegaskan, perbuatan empat orang petugas jaga tersebut telah melanggar kode etik dan tupoksi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), sehingga perbuat­an tersebut  mesti dipertanggung jawabkan.

Dikatakan, dirinya akan melapor­kan kelalaian empat petugas terse­but ke Kantor Wilayah Hukum dan HAM, untuk selanjutnya diteruskan ke pusat, sehingga menjadi contoh agar petugas yang lainnya tidak melakukan tindakan yang sama.

Selain melanggar kode etik, tam­bahnya, keempat petugas jaga ini bakal dikenakan sanksi tegas ten­tang disiplin kerja pegawai, yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor  53 Tahun 2010 tentang Disi­plin PNS. (Cr-1)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon