Hukum ›› RR Ditetapkan sebagai Tersangka

RR Ditetapkan sebagai Tersangka


Ambon - Wakil Ketua DPRD Maluku, Ri­chard Rahak­bauw, resmi dite­tapkan sebagai ter­sangka kasus dugaan pen­ce­maran nama baik terhadap Ketua DPRD Maluku, Edwin Adrian Huwae.

RR, panggi­lan Richard Ra­hakbauw dite­tapkan sebagai tersangka oleh penyidik Ditres­krimum Polda Maluku berda­sar­kan hasil gelar perkara atau ekspos yang dilaku­kan pekan lalu.

“Untuk kasus pencema­ran nama baik, Wakil Ke­tua DPRD Maluku, Richard Rahakbauw sudah resmi ter­sangka setelah dilaku­kan ekspos perkara pekan lalu. Yang bersangkutan juga sudah diperiksa sebagai sak­si,” jelas Kabid Humas Polda Maluku, Kombes M Roem Ohoirat kepada Siwa­lima, Rabu (11/7).

Setelah ini, penyidik akan meminta izin gubernur Ma­luku untuk memeriksa RR.

“Setelah tetapkan tersang­ka ini penyidik akan meminta izin gubernur dulu baru pa­nggil,” kata Ohoirat.

Diperiksa

Setelah sebelumnya mang­kir, RR memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Maluku, pada Jumat (29/7).

Selama pemeriksaan, RR dicecar 18 pertanyaan, dan akhirnya mengakui perbua­tan­nya terhadap Ketua DPRD Maluku. “Sebelumnya tidak hadir. Tetapi setelah itu yang ber­sangkutan hadir dan su­dah diperiksa oleh tim penyi­dik Ditreskrimum Polda Ma­luku. Saat diperiksa yang ber­sang­kutan sudah mengakui­nya,” kata Ohoirat saat dikon­firmasi Siwalima, Senin (2/7).

Sebelumnya, Surat pembe­ritahuan dimulainya penyidi­kan (SPDP) kasus ini sudah terima Kejati Maluku.

Lapor

Seperti diberitakan Ketua DPRD Maluku, Edwin Huwae melaporkan RR ke Polda Maluku, Kamis (17/5).

Tak hanya satu, tetapi  dua kasus yang bakal menjerat Rahakbauw.  Kasus pertama, yaitu dugaan pencemaran nama baik. Huwae tak terima dibilang penipu oleh Rahak­bauw. Satu kasus lagi yaitu, dugaan korupsi.

Huwae mendatangi Polda Maluku sekitar pukul 10.00 WIT. Ia didampingi tim badan bantuan hukum PDIP Malu­ku, Abdul Majit Latuconsina dan Yacob Waas. 

Huwae yang mengenakan kemeja lengan panjang ber­garis merah langsung ke ruang SKPT. Ia diterima oleh Brigadir Venno.

Kurang lebih 20 menit, Huwae dimintai keterangan soal dua kasus yang ia lapor­kan tersebut. Kasus dugaan pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyena­ng­kan, sebagaimana diatur da­lam pasal  310 KUHP, pasal 311 KUHP dan pasal 335 KUHP, tertuang dalam Tanda Bukti Laporan Nomor: TBL/264/V/2018/Maluku/SPKT.

Kemudian Bukti Laporan Nomor: TBL/267/V/2018/Maluku/SPKT tentang pem­berantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diatur dalam pasal 8 dan atau pasal  2 dan atau pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999.

Tanda bukti laporan kedua kasus itu, langsung oleh Kepala SPKT Polda Maluku, AKBP John Evert Wutlanit.

Balik Lapor

Wakil Ketua DPRD Maluku Richard Rahakbauw, balik melapor Edwin Huwae ke Ditreskrimum Polda Ma­luku atas dugaan mengacaukan ke­giatan peribadatan dan pencemaran nama baik, pada Selasa (22/5).

Laporan RR, sapaan Rahak­bauw tercacat dalam Tanda Bukti Lapor  Nomor TBL/276/V/2018/Maluku/SPKT, ter­tanggal 22 Mei 2018 tentang dugaan mengacau­kan kegiatan peribadatan. Kemudian Tanda Bukti Lapor Nomor TBL/277/V/2018/Ma­luku/SPKT, tertanggal 22 Mei 2018 tentang dugaan pence­maran nama baik. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon