Daerah ›› Ribuan KK di Maluku Masih Tempati RTLH

Ribuan KK di Maluku Masih Tempati RTLH


Ambon - Sebanyak 40.500 Kepala Keluarga (KK) di Maluku masih menempati rumah tidak layak huni (RTLH) selain itu, di provinsi ini juga terdapat 296 hektar pemukiman kumuh.

Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua mengatakan, terdapatnya ribuan KK masih menghuni RTLH serta terdapat pemukiman kumuh, dikarenakan kekurangsiapan kota dengan sistem perencanaan dan pengelolaan yang tepat dalam mengantisipasi pertambahan penduduk dengan berbagai motif dan keragaman.

“Ini jadi penyebab utama yang memicu timbulnya permasalahan perumahan dan permukiman. Teristimewa penanganan kawasan permukiman kumuh yang erat kaitannya dengan masyarakat ekonomi lemah,” ungkap wagub dalam sambutannya, saat membuka kegiatan Pembinaan dan Bantuan Teknis Sistem Pembiayaan Perumahan yang berlangsung di Natsepa Hotel, Kamis (29/10).

Dikatakan, berkaca dari permasalahan ini, maka pemda masih membutuhkan program-program bantuan dari pempus, seperti pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta penataan lingkungan yang baik untuk mengurangi angka kekumuhan yang ada.

“Dalam dimensi ini, pemda juga harapkan kontribusi dari para pelaku pembangunan perumahan, untuk bersama-sama cari solusi bagi penyelesaian berbagai persoalan dibidang perumahan dan permukiman,” pintanya.

Untuk itu, kata wagub, kegiatan pembinaan dan bantuan teknis ini merupakan momentum yang tepat untuk memberikan pencerahan, serta menyamakan visi dan pemahaman kita dalam melaksanakan program-program pembangunan perumahan dan permukiman di Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Pembangunan perumahan dan kawasan permukiman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan manusia seutuhnya, termasuk didalamnya pengem­bangan karakter, peningkatan kualitas hidup, pemenuhan jaminan kesehatan, sekaligus gambaran tingkat kesejahteraan.

“Filosofi inilah yang perlu menjadi pegangan kita bersama dalam membangun perumahan dan lingkungan permukiman yang layak, guna terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, tambah wagub, pemerintah telah merencanakan program sejuta rumah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dalam menjangkau kepemilikan rumah yang layak huni, sekaligus mengatasi permasalahan backlog perumahan. (S-43)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon