Daerah ›› Ratusan Ribu Warga Maluku Belum Miliki e-KTP

Ratusan Ribu Warga Maluku Belum Miliki e-KTP


Ambon - Dinas Kependudukan dan Penca­tatan Sipil Provinsi Maluku mencatat sampai dengan awal Oktober 2018,  terdapat 126.959 warga  yang belum memiliki e-KTP.

Jumlah itu tersebar di 11 kabupaten/kota. Sementara warga yang wajib memiliki e-KTP sebanyak 1.285.909 orang. Sehingga tersisa 15,98 persen  yang sama sekali belum memiliki e-KTP.

“Target kita diakhir Desember ini 15.98 persen bisa diselesaikan dengan mengerakan semua kemampuan yang ada di Dinas Kependudukan dan Pen­catatan Sipil di Maluku,” kata Plt Kadis Disdukcapil Maluku, Dewi Pattimahu kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (6/12).

Menurutnya, tahun depan untuk proses pemilihan ke­pala daerah di Provinsi Ma­luku, masyarakat sudah harus menggunakan e-KTP.

“Jadi kita sudah mintakan kepada seluruh kabupaten/kota di Ma­luku untuk segera menye­le­saikan proses perekaman dan pencetakan e-KTP tahun ini,” jelas Pattimahu.

Selain itu Pattimahu juga menjelaskan, nantinya di tahun 2019 untuk pemilihan presiden dan wakil presiden termasuk pemilihan umum legislatif sudah tidak ada lagi masyarakat yang memilih menggunakan surat ketera­ngan atau suket.

“Masyarakat yang berpar­tisipasi dalam pilpres maupun pileg tidak bisa menggunakan surat keterangan atau suket tetapi harus e-KTP,” tegas Pattimahu.

Olehnya Pattimahu meminta kepada warga yang sama se­kali belum melakukan pereka­man untuk segera ke Dinas Disdukcapil di kabupaten kota setempat.

“Belum terselesaikan masa­lah ini lebih kepada kesadaran masyarakat untuk  memiliki e-KTP, padahal sekarang admi­nistrasi di manapun harus me­nggunakan KTP,” himbau­nya.

Seluruh Dinas Kependu­du­kan di kabupaten/kota dipe­rintahkan untuk tidak berada di belakang meja tetapi turun langsung ke masyarakat guna melakukan perekaman sekali­gus  pencetakan.

“Jadi ada petugas yang tu­run ke lapangan langsung membawa peralatan. Bagi me­reka yang belum merekam bisa langsung direkam, se­dang­kan yang sudah mere­kam tetapi belu memiliki KTP bisa dicetak,” tandasnya.

Pattimahu menargetkan di­akhir tahun, seluruh masya­rakat wajib e-KTP sudah memiliki fisik e-KTP, sehingga tahun depan  ditambah dengan warga yang berumur 17 tahun.

“Itu kan jumlahnya tidak banyak, untuk warga yang berumur 17 tahun di tahun 2019 sehingga kerja petugas lebih mudah,” katanya. (S-39)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon