Politik ›› Ralahalu: Rakyat Maluku Cerdas Pilih Pemimpin Negara

Ralahalu: Rakyat Maluku Cerdas Pilih Pemimpin Negara


Ambon - Kemenangan Jokowi-JK di Maluku bukan tanpa alasan. Pasalnya rakyat Maluku sudah cerdas dalam menentukan pilihannya memimpin bangsa ini lima tahun kedepan. Meski begitu, kemenangan Jokowi-JK adalah hasil kerja keras tim pemenangan.

Penegasan itu diungkapkan Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK, Karel A Ralahalu kepada Siwalima melalui telepon seluler­nya Selasa (22/7).

Ia mengatakan, kemenangan Jokowi-JK selain rakyat sudah cerdas dalam menen­tukan pilihan, tim peme­nangan partai koalisi juga bekerja keras dalam me­menangkan calon pre­siden nomor urut dua itu.

“Atas nama ketua tim pe­menangan, saya meng­ucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada tim peme­nangan dan saudara-saudara kita yang su­dah bekerja memenangkan Jokowi-JK di Maluku,” kata Ralahalu.

Ia juga berharap, semoga keber­hasilan yang diraih oleh rakyat Ma­luku dengan memenangkan Jokowi-JK, maka kedepannya kesejahteraan Maluku semakin membaik dalam bingkai NKRI.

Sebelumnya diberitakan, walau telah pensiun dari jabatan Gubernur Maluku, KA Ralahalu membuktikan bahwa pengaruhnya di Maluku masih lebih kuat, ketimbang Guber­nur Said Assagaff.

Keduanya beradu kuat kala memimpin tim pemenangan masing-masing calon presiden. Adapun pasangan Prabowo-Hatta dipim­pin Assgaff, sedangkan Ralahalu me­mimpin pasangan Jokowi-JK.

Assagaff, Ketua Dewan Pertim­bangan Partai Golkar Maluku, di­tun­juk untuk memimpin Koaslisi Merah Putih, tim pemenangan yang terdiri dari anggota Partai Golkar, Gerindra, PAN, PPP, PKS, PBB dan Demokrat.

Sedangkan Ralahalu yang masih menjabat sebagai Ketua PDIP Maluku, memimpin tim yang beranggotakan PDIP, Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI.

Kekuatan Ralahalu itu dibuktikan dengan raihan suara capres Jokowi-JK yang meng­alahkan pasangan Prabowo-Hatta. Dalam rapat pleno perhitungan suara di Kantor KPU Maluku, pasangan Jokowi-JK mem­peroleh 433.981 suara atau setara dengan 49,48 persen, sedangkan Prabowo-Hatta meraih 443.040 suara atau 50,52 persen.

Dari gambaran perolehan suara, sumber Siwalima di Koalisi Merah Putih Maluku menyimpulkan bahwa selisih tipis 941 suara itu sebenarnya tak perlu terjadi, andai Assagaff mau sedikit bekerja. Namun jangankan bekerja, tak sekalipun orang nomor satu di provinsi ini memimpin rapat tim pemenangan. Bukan itu saja, bahkan ijin cuti resmi­nyapun tak digunakan untuk berkampanye memenangkan tim Prabowo-Hatta.

Lain dengan Ralahalu. Se­kalipun sudah berada di luar pemerintahan, dia masih bisa merangkul Latupati Maluku, untuk bekerja meme­nang­kan Jokowi-JK. Bahkan dukungan Latupati, langsung diikrarkan di depan Jusuf Kalla, saat cawapres itu kampanye di Ambon, Sabtu (14/6) lalu.

Latupati beralasan JK berkontribusi besar terhadap proses perdamaian di Maluku. Majelis Latupati Maluku ini adalah wadah perhimpunan seluruh raja-raja se Maluku yang jumlahnya lebih dari 1.000 raja. Majelis Latupati juga memberikan gelar kehormatan Upulatu Mel Maluku kepada JK yang artinya pemimpin raja-raja Maluku. Gelar kehormatan itu diberikan atas jasa JK kepada Maluku selama ini. (S-32)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon