Hukum ›› PT WIKA Mengelak Kontrak Truk Maut

PT WIKA Mengelak Kontrak Truk Maut


Ambon - PT Wijaya Karya (WIKA) mengelak sebagai penyewa truk mixer beton maut yang menewaskan delapan orang saat kecelakaan beruntun di Jalan Piere Tandean, Ha­long, Ambon, Jumat (27/3).

Hal ini disampaikan mana­jemen PT WIKA kepada penyidik Satlantas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, saat peme­riksaan dengan kasus laka lantas tersebut.

Kasat Lantas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Deddy Putra kepada Siwalima,  di Polres Ambon Kamis (2/4) menjelaskan pihak perusahan yang baru diperiksa hanya PT WIKA dari tiga nama perusahan yang diduga pemilik dan penyewa truk maut tersebut.

“Manajemen PT WIKA sudah kita periksa, Kamis (2/4). Mereka mengaku pernah menyewa truk tersebut na­mun masa kontraknya sudah berakhir Desember 2014 lalu, sehingga saat kejadian tak lagi terikat kontrak dengan PT WIKA,” jelas Kasat.

Menyangkut lamanya kon­trak oleh PT WIKA, Deddy Putra enggan menjelaskan­nya lagi karena sudah masuk dalam substansi pemeriksaan. Namun demikian, ia mengakui intinya kontrak sudah usai sejak Desember.

Tak hanya WIKA, pihak PT Waskita Karya juga sudah dipanggil dan penyidik se­mentara menunggu kedata­ngan manajemennya untuk diperiksa. Begitu juga PT Mustika Jaya yang disebut-sebut sebagai pemilik ken­daraan.

Sebelumnya diberitakan, tiga perusahaan bakal dipe­riksa penyidik Satlantas Pol­res Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease terkait kepemi­likan truk mixer beton penye­bab kecelakaan maut ter­sebut.

Ketiga perusahaan tersebut yaitu PT Wijaya Karya (WI­KA), PT Waskita Karya dan PT Mustika Jaya.

Pemeriksaan itu untuk me­ngetahui jelas kepemilikan dan masa kontrak truk ter­sebut saat terjadinya kecela­kaan maut yang menewaskan delapan orang dan 16 luka-luka itu.

Konon kabarnya mobil ini milik PT Mustika Jaya yang berkantor pusat di Jakarta. Namun kemudian mobil ini bisa berada di Ambon karena dikontrak oleh PT WIKA untuk mendukung pemba­ngunan Jembatan Merah Pu­tih. Walau begitu, kabarnya juga mobil naas tersebut kini dikontrak PT Waskita Karya.

SebelumnyaTim Korlantas Mabes Polri yang dipimpin oleh Kasubdit Kecelakaan Lalu Lintas Bidang Pene­gakan Hukum (Gakkum), AKBP Guntur bersama Dit­lantas Polda Maluku dan Satuan Lantas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease melakukan olah TKP, Selasa (31/3) pukul 14.45 WIT.

Sebanyak 16 titik yan di­tandai oleh tim mulai dari lokasi awal hingga akhir tab­rakan maut yang diakibatkan oleh rem blong dari mobil truk mixer beton yang dikemu­dikan oleh Udin R, warga Desa Laha, Ambon.

Delapan korban mening­gal dunia akibat kecelakaan ter­sebut yaitu Victor Tuhumena (41), Elisabeth Lerick (45), Yance David Molle (46), Simon Renur (47), Esty Tiven (39), Yusman Kadir Lating (30), Frederika M. Rumajak (46) serta Stanny Radjawane (20). Selain itu 16 korban me­ngalami luka-luka. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon