Hukum ›› Proyek Rehab Pustu Toisapu Dinilai tak Sesuai RAB

Proyek Rehab Pustu Toisapu Dinilai tak Sesuai RAB


Ambon - Proyek rehab puskesmas pembantu (Pustu) di Desa Toisapu, Kecamatan Leitimur Selatan, yang dikerjakan oleh CV Merlion dengan nilai kontrak sebesar Rp 137 juta, dinilai tidak maksimal, sebab ada beberapa pekerjaan yang dikerjakan tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB).

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota, Leonora Far-Far, menjelaskan, dari hasil peninjauan pustu tersebut, maka komisi menilai kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut, hanya mengejar keuntungan, sebab proyek ini dikerjakan asal-asalan saja, sehingga sangat disayangkan ang­garan sebesar itu yang dikeluarkan dari APBD, namun hasilnya tidak maksimal.

“Sangat disayangkan, anggaran yang begitu besar namun peker­jaannya seperti itu. Sesuai dengan apa yang kita lihat di lokasi proyek, jika fentilasi sudah ditutup meng­gunakan batako, mengapa tidak diplester saja, kenapa gunakan tripleks, itu sangat tidak rasional,” ungkap Far-Far kepada Siwalima, disela-sela kunjungan ke Pustu Toisapu, Rabu (27/1).

Menurutnya, proyek ini, seha­rusnya dikerjakan sesuai dengan RAB, tidak boleh seperti ini, sebab hasilnya juga sangat tidak berkua­litas, oleh sebab itu komisi sangat kecewa melihatnya. Kekecewaan ini b ukanya hanya dirasakan oleh komisi saja, namun para petugas medis yang bertugas pada pustu tersebut juga mengaku kecewa.

“Kami minta agar PPTK harus instruksikan CV Merlion selaku kontraktor untuk perbaiki, sebab proses perbaikan juga tidak butuh anggaran besar jadi ini harus dikerjakan secepatnya,” tandasnya.

Sementara itu, ditempat terpisah Kepala Puskesmas Hutumuri Dr Robby Pattipawae,  mengatakan saat ini puskesmas sangat mem­butuhkan adanya perhatian dan dorongan dari DPRD, karena mereka hanya memiliki satu unit mobil ambulance dan itu sangat dibutuhkan untuk kebutuhan pasien.

“Selain itu, ada keluhan terkait dengan pustu di Lehari dan Rutong yang sampai saat ini tidak ada petugas medis, agar segera difung­sikan,” harapnya.(S-40)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon