Daerah ›› Produk Reksa Dana Masih Diminati Investor Maluku

Produk Reksa Dana Masih Diminati Investor Maluku


Ambon - Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) Cabang Ambon, dari sejumlah produk saham yang ada ternyata investor di Maluku berminat pada produk saham reksa dana, dan itu dibuktikan dengan di awal tahun ini investor yang menanmkan sahamnya pada produk ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Kepala BEI Ambon Alberto F Dachi menjelaskan, reksa dana merupakan produk BEI yang sangat diminati, sebab produk tersebut merupakan salah satu produk saham yang dapat dijangkau masyarakat dengan mudah. “Dari data kami, masyarakat disini lebih banyak tertarik ke reksa dana dibandingkan yang lain, terutama untuk mereka dari kalangan mahasiswa, sebab sangat mudah untuk dijangkau,” ujar Alberto kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Senin (16/4).

Dijelaskan, di tahun 2017 untuk investor produk reksa dana mencapai 80 persen, namun di tahun ini naik hingga 90 persen.  Produk saham ini meningkat dikarenakan dalam penawaran harga saham masyarakat hanya mulai menambung dari Rp 100 ribu. Dengan demikian, anggaran tersebut tidak membebani masyarakat terutama para mahasiswa yang ingin berinvestasi di BEI melalui produk reksa dana.

“Modalnya cuman Rp. 100 ribu sudah bisa berinvestasi, sebab dengan harga saham Rp 50 ribu, maka para investor sudah bisa beli dan jual saham cuman 1 lod,” jelasnya.

Selain itu, kata Dachi, untuk produk BEI seperti obligas ritel minimal harus Rp 3 juta, sehingga hal ini membuat masyarakat lebih berpaling pada saham dan reksa dana karena mudah terjangkau.

Untuk meningkatkan investor saham yang ada di Maluku, maka BEI terus memberikan pemahaman kepada masyarakat, tentang berinvestasi saham, karena dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, bukan saja daerah, namun juga mereka yang ikut dalam berinvestasi.

Pada kesempatan itu, Alberto mengakui jika selama ini pihaknya mengalami kendala dalam mencari investor, karena kurangnya pemahaman yang baik dari masyarakat terhadap investasi saham.

“Masih banyak orang yang beranggapan bahwa investasi saham adalah judi, ribet, susah, mahal dan sebagainya. Padahal di kami tidak seperti itu, makanya kami selalu berusaha untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” tandasnya. (S-40)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon