Visi ›› Pro Kontra UN 2010

Pro Kontra UN 2010


Pro kontra menyangkut pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Pelajaran 2009/2010 masih terus berlangsung di Ambon.

Buktinya, belasan orang yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Politik Rakyat Miskin (LMND-PRM), Senin (18/1), kembali melakukan aksi demonstrasi di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Maluku.

Sebelumnya, Selasa (12/1) lalu mereka juga telah melakukan aksi demonstrasi yang sama ke Kantor Dinas Dikpora Maluku, guna menolak pemberlakuan UN di Provinsi Maluku.

Kendati demikian, Dinas Dikpora Maluku sebagaimana yang disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Dikpora Maluku, Andre Jamlay bahwa UN harus tetap diberlakukan karena sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Peraturan Mendiknas Nomor 75 Tahun 2009 tentang UN SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB dan SMK Tahun Pelajaran 2009/2010.

Dinas Pendidikan Kota Ambon justru mematok standar kelulusan menjadi 5,75, kendati Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah menetapkan standar kelulusan untuk tahun 2010 sebesar 5,50 dari sebelumnya 5,25.

Memang secara substansial, ketentuan UN 2009/2010 tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan ketentuan UN 2008/2009, baik Standar Kompetensi Lulusan maupun ketentuan kelulusan, hanya saja ada perubahan jadwal pelaksanaan UN dimana dimajukan satu bulan dibanding tahun sebelumnya yakni diperkirakan sekitar bulan Maret (untuk tingkat SMA dan SMP) dan April (untuk tingkat SD).

Keputusan tersebut diambil lantaran pada tahun tersebut akan digelar ujian ulangan yang diberikan kepada siswa yang dinyatakan tidak lulus pada UN reguler. Kalau dulu, siswa harus ikut Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) atau mengulang tahun depan namun tahun ini siswa diberikan kesempatan kedua.

Ujian ulangan tersebut, akan dilakukan satu bulan setelah UN reguler selesai digelar dan hasilnya sudah diumumkan. Keputusan itu dengan harapan agar para siswa yang tidak lulus dan mengulang untuk dapat mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Siswa juga dapat mengikuti ujian ulangan hanya pada mata pelajaran tertentu yang dinyatakan tidak lulus. Selain itu juga masih menyediakan ulangan susulan bagi siswa yang melewatkan UN reguler karena alasan tertentu.

Hal lain yang membedakan pelaksanaan UN 2010,yaitu adanya sistem silang siswa dalam satu rayon.Hal itu dilakukan untuk menghindari kecurangan yang dilakukan antara sekolah dengan siswa maupun antara siswa.

Jika dulu kan pengawas UN yang disilang. Sekarang ini siswanya. Bahkan mungkin, silang akan berlaku untuk siswa SMA dan MA. Dengan syarat, jarak sekolah yang disilangkan harus berdekatan.

Kontroversi memang selalu menyertai pelaksanaan UN dari tahun ke tahun. Permasalahan seperti batas minimal kelulusan, penentuan kelulusan, ujian susulan dan ujian ulangan.

Terlepas dari segala kontroversi ini, sebagai pendidik maupun orang tua siswa harus terus memupuk motivasi siswa, menjaga mental mereka agar tetap membara sehingga tidak mudah diracuni dengan segala kerancuan pelayanan pendidikan yang mereka terima. Berjuang bersama demi peradaban yang lebih baik. (*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon