Daerah ›› Presiden Minta Polri Petakan Potensi Ancaman Keamanan

Presiden Minta Polri Petakan Potensi Ancaman Keamanan


Ambon - Polri harus selalu melakukan peme­taan dini atas potensi ancaman ke­amanan dan ketertiban yang terjadi dalam masyarakat dan selanjutnya segera melakukan langkah-langkah pencegahan.

Hal ini ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol Andap Budhi Revianto pada upacara peringatan HUT Bhayang­kara ke-72 yang dipusatkan di Auditorium Unpatti, Rabu (11/7).

Presiden mengatakan, semua­nya membutuhkan langkah anti­sipasipatif, memerlukan perenca­naan yang detail dan matang, agar segala potensi kerawanan dapat dicegah dari awal.

Polri juga perlu senantiasa men­jalankan perannya dalam menjaga kerukunan serta menjaga nilai-nilai kebhinekaan. Polri harus terus mengantisipasi dan mencegah  berbagai potensi konflik horizontal dengan  mengangkat sentimen primordial, seperti mempertentang­kan perbedaan suku, agama, dan ras.

Polri harus tetap membangkitkan rasa persaudaraan, menggalang ke­rukunan dan persatuan antar ele­men masyarakat, sehingga kita tidak masuk dan terjebak dalam ling­karan permusuhan dan keben­cian.

“Saya juga ingatkan, tugas-tugas besar telah menanti polri mulai dari pengamanan rangkaian tahapan pileg dan pilpres 2019. Saya minta agar seluruh anggota polri jangan pernah lengah, tetap sigap dan waspada dalam menjalankan tu­gas selalu mengembangkan diri dan melakukan terobosan-terobo­san untuk terus mengatasi berba­gai ancaman yang ada,” tegas presiden.

Presiden menyampaikan apre­siasi kepada para anggota polri yang melaksanakan tugsnya di jalan raya. Bhayangkara negeri yang se­lalu sigap menjaga ke­amanan, ke­tertiban serta membe­rikan penga­yoman, perlindungan dan pelaya­nan kepada segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Diakhir amanatnya, presiden me­nginstruksikan seluruh jajaran kepo­lisian untuk terus mening­katkan kiner­janya melalui upaya-upaya; pertama, mantapkan soli­ditas internal dan  profesionalisme polri untuk menumbuhkan dan memperkokoh semangat keber­sa­maan  dalam menghadapi tanta­ngan ke depan yang  semakin kom­pleks. Kedua, laku­kan perbai­kan terhadap kele­mahan- kelema­han yang ada, terutama dalam pe­negakan hukum harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berkeadilan.

Selanjutnya, ketiga, tekan bu­daya koruptif dan hindari tindakan yang berlebihan atau kekerasan eksesif  karena kontra produktif dan berdampak pada turunnya tingkat kepercayaan publik kepada polri.

Keempat,  kedepankan langkah-langkah pencegahan melalui proactive policing strategy dan tinda­kan humanis dalam menangani setiap permasalahan sosial yang timbul, dan kelima, tingkatkan sinergi, koordinasi, dankomu­ni­kasi dengan tni dan semua ele­menpemerintah maupun masya­rakat sebagai implementasi pendekatan sinergi polisional.

Dampak Positif

Kapolri Jenderal Polisi M Tito Karnavian dalam sambutannya juga mengatakan, berbagai upaya perbaikan yang dilaksanakan oleh polri melalui program promoter telah memberikan dampak positif yang sangat signifikan. Sebagai tindak lanjut dari program refor­masi internal yang telah dilaksa­nakan sebe­lumnya, program promoter dibangun melalui pende­katan profesiona­lisme dan moder­nisasi guna meraih kepercayaan publik.

Program promoter difokuskan pada tiga kebijakan utama yang sederhana, yaitu peningkatan kinerja, perbaikan kultur, dan ma­najemen pedia. Peningkatan ki­nerja diwujudkan melalui pening­katan kualitas pelayanan publik, profesionalisme dalam penega­kan hukum, dan pemeliharaan sta­bilitas kamtibmas secara optimal.

Sementara perbaikan kultur diwu­judkan dengan menekan budaya koruptif, menghilangkan arogansi ke­kuasaan, dan mene­kan kekera­san eksesif. Sedang­kan manaje­men media dilaksana­kan pada media konvensional dan media sosial dengan  mengangkat prestasi-pres­tasi polri dan me­netralisir berita negatif, termasuk hoax. Selama dua tahun imple­mentasi program promoter telah menunjukkan hasil yang baik. Public trust terhadap institusi polri terus meningkat.

Menurut kapolri, polri yang pada tahun 2016 termasuk dalam tiga institusi paling tidak dipercaya publik, kini berdasarkan hasil survei yang diselenggarakan oleh berba­gai lembaga, telah berada pada tiga besar lembaga dengan keper­cayaan publik terbaik.

Saat ini, pada survei yang di­lak­sanakan Litbang Kompas pada ak­hir  Juni 2016 menunjukkan bah­wa tingkat kepercayaan publik terhadap polri hanya 63,2%. Se­telah satu ta­hun pelaksanaan program promo­ter, survei Populi Center pada Agus­tus 2017 menun­jukkan adanya per­baikan kinerja Polri, dimana 67,6% responden puas dengan kinerja polri.

Selanjutnya survei Litbang Kom­pas pada Oktober 2017 me­nempatkan polri sebagai lembaga yang dipercaya rangking ketiga teratas dengan tingkat kepuasan mencapai 70,2%.

Demikian pula survei yang dilaksanakan Alvara Research Center pada Mei 2018 juga me­nunjukkan adanya perbaikan kepercayaan publik, dimana polri menjadi satu dari dua lembaga yang memiliki trend kenaikan tingkat kepuasan publik dalam periode tersebut.

“Kami mohon izin untuk me­nyampaikan bahwa tidak seperti tahun-tahun sebelumnya peri­ngatan Hari Bhayangkara dilaksa­nakan di tempat terbuka dengan parade pasukan dan demonstrasi ketangkasan. Tahun ini dilaksa­nakan secara indoor. Hal ini untuk memberikan nuansa lain yang lebih sipil karena polri pada dasarnya adalah institusi sipil berseragam,” ungkap kapolri.

Kapolri menyampaikan, peringa­tan Hari Bhayangkara 1 Juli dilak­sanakan serempak di seluruh Indonesia pada tanggal 11 Juli, karena polri lebih memprioritaskan operasi mantap praja penga­manan pilkada yang masih belum tuntas sepenuhnya.

Hiburan Rakyat

Turut hadir dalam upacara peringatan HUT Bhayangkara ke-72 itu, diantaranya Sekda Maluku Hamin Bin Thahir, Kepala Kejati Maluku Triyono Haryanto, Kasdam Brigjen Soewandono Danlantamal  IX Ambon Laksamana Pertama  Antongan Simatupang dan Kepala Pengadilan Tinggi Wisnu Restatun

Kapolda juga memotong tum­peng HUT Bhayangkara yang didampingi Wakapolda Brigjen Wiyagus  Akhmad .

Dalam kebersamaan perayaan HUT Bhayangkara, Polda Maluku juga menggelar hiburan rakyat yang dimeriahkan oleh artis-artis Selfie KDI, Iva Lola, Dua Ratus, Jopie Latul dan Toto M Star Band. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon