Gaya Hidup ›› Porsi Olahraga Anak Harus Dibatasi

Porsi Olahraga Anak Harus Dibatasi


Meskipun olahraga baik untuk pertumbuhan tetapi orangtua harus berhati-hati dalam menetapkan porsi latihan yang pas untuk anak. Jangan memaksakan anak berlatih olahraga terlalu keras.

Salah satu bahaya dari porsi latihan olahraga yang terlalu keras adalah tekanan pada tangan terlalu sering serta anak mempelajari teknik baru sebelum tubuhnya siap.

"Moderasi adalah kuncinya. Jangan paksa anak terlalu keras," kata Timothy Hewett, anggota konsultan komite American Academy of Pediatrics (AAP).

Dalam panduan terbarunya, AAP mengingatkan para orangtua pentingnya moderasi dalam latihan olahraga anak. Meski permainan olahraga seperti baseball dan softball tergolong aman untuk anak, tetap saja porsi latihan anak harus dibatasi.

Panduan itu juga menyebutkan pentingnya penggunaan perlengkapan untuk menghindari cedera serta melatih anak dalam skala moderasi, terutama untuk anak yang akan menjadi atlet dan dimasukkan dalam klub olahraga.

Penggunaan bola dengan skala benturan rendah, helm, kacamata pelindung, sarung tangan, dan sebagainya sangat disarankan. Termasuk juga penjelasan mengenai cara permainan yang benar pada anak.

Dokter dan orangtua juga harus segera memeriksakan anak jika ada tanda cedera kepala setelah anak terkena bola.

Pada contoh permainan softball dan baseball, anak berusia kurang dari 14 tahun sebaiknya tidak melempar bola lebih dari 65 kali dalam sehari, serta berlatih cukup 3 kali dalam seminggu.

"Untuk kebaikan anak sendiri, terkadang kita harus menyuruh anak menyudahi latihannya. Setiap anak tumbuh dengan kecepatan berbeda. Tak perlu terburu-buru dan mendorong anak pada sesuatu yang mereka belum siap," katanya. (web)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon