Hukum ›› Polres MTB Hambat BPKP Audit Korupsi Proyek Alkes

Polres MTB Hambat BPKP Audit Korupsi Proyek Alkes


Ambon - Polres Maluku Tenggara Barat (MTB) dinilai menghambat proses audit kerugian negara dalam dugaan korupsi pada proyek pengadaan Alat Kesehatan (alkes) di Dinas Kesehatan MTB tahun 2006 senilai Rp 3.192.000.000,-.

Pasalnya, hingga kini permintaan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Maluku, sebagai lembaga auditor belum juga dipenuhi oleh pihak Polres selaku penyidik.

Padahal, permintaan untuk dilakukannya pemeriksaan fisik oleh ahli kepada Polres MTB sudah disampaikan oleh BPKP sejak tahun lalu.

"Kita sudah minta agar pemeriksaan fisik oleh ahli dilakukan dulu baru serahkan hasilnya agar BPKP bisa melakukan penghitungan kerugian negaranya tetapi sampai sekarang Polres belum juga penuhi," terang Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha BPKP Maluku, Anto Hendarto kepada Siwalima, Selasa (11/1).

Olehnya itu, pihak BPKP menunggu hasil pemeriksaan fisik dari penyidik, barulah dimulai proses penghitungan kerugian negaranya. Karena pemeriksaan fisik juga diperlukan untuk pembuktian.

Untuk diketahui, proyek pengadaan Alkes MTB tahun 2006 senilai Rp 3.192.000.000 itu, diduga ditangani PT. Makara Jaya Pratama, yang merupakan perusahaan milik Daniel Sohilait. Namun kemudian diberikan kepada kontraktor lain untuk mengerjakannya.

Dalam pengusutan kasus dugaan korupsi proyek alkes penyidik Polres MTB telah pergi ke Makassar untuk melacak keberadaan barang-barang yang dibeli tersebut.

Temuan yang didapati penyidik ternyata mutunya jauh di bawah standar yang telah ditetapkan. Barang alkes tersebut merupakan barang buatan Pakistan yang kualitasnya jauh dibawah standar.

Diduga, pekerjaan proyek tersebut tidak melalui proses lelang sesuai Keppres 80 Tahun 2003 dan adanya dugaan mark up dalam proyek itu.

Alkes tersebut sebagian telah dibagikan ke puskesmas-puskesmas yang ada di MTB. Namun berdasarkan informasi yang diperoleh, peralatan tersebut tidak layak. Akibatnya peralatan tersebut mubazir alias tidak terpakai. Misalnya yang didatangkan adalah alat kedokteran gigi, sedangkan di pelosok kebutuhan dokter gigi belum ada. Apalagi, jaringan listrik belum terpasang. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon