Hukum ›› Polisi Sita Dokumen Pasar Air Kuning

Polisi Sita Dokumen Pasar Air Kuning


Ambon - Puluhan dokumen penting proyek pasar Air Kuning, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, disita penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku.

Dokumen-dokumen itu disita dari tangan PPK Lorina Silooy dan ben­dahara Meike Nanlohy, saat keduanya diperiksa Jumat (8/9), terkait dugaan korupsi proyek senilai Rp 5 milyar itu.

Dokumen yang disita diantaranya, pencairan anggaran dan kontrak kerja. Langkah ini dilakukan oleh tim Tipikor Ditreskrimsus untuk kepen­tingan penyelidikan.

Dokumen lain juga harusnya disita dari Plt Kadis Perindag Kota Ambon, Pieter J. Leuwol sebagai kuasa pe­ngguna anggaran. Namun ia tidak hadir saat pemeriksaan PPK dan bendahara, dengan alasan se­mentara mengikuti rapat di DPRD.

Wakil Direktur Reserse dan Kri­minal Khusus Polda Maluku, AKBP Harold Wilson Huwae, ketika dikon­firmasi Siwalima, Sabtu (9/6) me­ngatakan, dokumen-dokumen yang diminta dari PPK, bendahara dan lainnya akan diteliti oleh tim penyidik, disamping melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

“Mereka sudah bawa dokumen yang diminta dan sudah ditangan penyidik,” ujarnya.

Belum dipastikan siapa lagi yang akan dipanggil. Agenda pemerik­saan sementara disusun oleh tim penyidik.

Diperiksa

Sebelumnya PPK Lorina Silooy dan bendahara proyek pasar Air Ku­ning, dicecar penyidik Tipikor Dit­reskrimsus Polda Maluku, Jumat (8/6).

Silooy dan Nanlohy diperiksa pukul  09.00 hingga 17.30 WIT oleh penyidik Kompol Gerald Wattimena.

Selama pemeriksaan 8,5 jam, ke­duanya dicecar puluhan perta­nyaan soal proses pembangunan pasar ter­sebut, hingga pencairan anggaran.

Kontraktor proyek pasar Air Ku­ning, Siong sebelumnya dipe­riksa selama 8 jam pada, Kamis (7/6).

Seharusnya Juli Intan selaku Direktur Utama PT Tiga Bintang Cemerlang yang dipanggil. Namun Juli tidak memenuhi panggilan pe­nyidik dengan alasan sakit. Karena itu, Siong yang datang  meng­gantikan istrinya itu.

Penyidik memeriksa Siong karena ia juga terlibat dalam pekerjaan proyek senilai Rp 5 milyar itu.

Siong diperiksa penyidik Kompol Gelard Wattimena pukul 10.00 hingga 18.00 WIT. Selama pemerik­saan 8 jam itu, Siong dicecar lebih dari 30 pertanyaan .

Masih Dikerjakan

Seperti diberitakan, Kepala Bi­dang Perdagangan Disperindag Kota Ambon, Lorina Silooy meng­klaim  proyek pasar Air Kuning, De­sa Batu Merah, Kecamatan Sirimau tidak fiktif.

Silooy yang dikonfirmasi Siwa­lima, Senin (28/5) di Balai Kota Ambon, dengan emosi menegaskan, kalau pekerjaan pembangunan pasar itu, sementara berlangsung. “Siapa bilang pasar itu fiktif, gedungnya sudah berdiri di Warasia kawasan STAIN, pekerjaannya sudah ram­pung 90 persen. Memang saat ini sementara kerja tangga naik dan talud,” tandas Silooy dengan nada tinggi.

Silooy mengatakan,  pasar Air Ku­ning dibiayai oleh dana APBN, se­hingga tidak mungkin tidak di­bangun.

Ia mengakui, masa kontrak PT Tiga Bintang Cemerlang telah selesai,  dan mereka sudah membayar denda.

“Memang berdasarkan kontrak pembangunan pasar itu harus selesai Desember 2017, tapi karena dari kontraktor belum selesai kerja maka mereka sudah membayar dendanya dan ini sudah dilaporkan ke kementerian, jadi jangan bilang kalau bangunan pasar air kuning fiktif itu salah,” tandas Silooy.

Ditanya nama kontraktor yang membayar denda, Silooy enggan berkomentar, dengan asalan proyek dengan konsultan pengawas CV. Glen Prima Anugerah Ambon itu, sementara diusut oleh polisi.

Diusut

Proyek pembangunan pa­sar  rakyat proto type C milik Dinas Perindag Kota Ambon di kawasan Air Kuning, diusut Ditreskrimsus Polda Maluku.

Proyek itu, dibiaya oleh program peningkatan efisiensi perdagangan dalam negeri  melalui APBN Peru­bahan Tahun anggaran 2017 Dipa TP (tugas perbantuan) Kemendag KL senilai Rp 5 milyar.

Informasi yang diperoleh, sesuai kontrak, waktu pelaksanaan proyek itu bulan September 2017 hingga 27 De­sember 2017, namun hingga Mei 2018, pembangunan tidak pasar itu tak kunjung direalisasi oleh PT Tiga Bintang Cemerlang. “Tidak tidak ada addendum waktu pekerjaan,” kata sumber di Ditreskrimsus Polda Ma­luku, kepada Siwalima, Sabtu (26/5).

Informasi lain yang diperoleh, lahan untuk pekerjaan pasar itu, juga sementara bermasalah. 

Sebelumnya, Plt Kadis Perindag Kota Ambon, Pieter J. Leuwol dan PPK Lorina Silooy telah diperiksa pada Jumat (25/5) oleh penyidik Kompol G Wattimena. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon