Hukum ›› Polisi Sita Dokumen dari Tiga Travel SPPD Fiktif Pemkot

Polisi Sita Dokumen dari Tiga Travel


Ambon - Untuk kepentingan penyidi­kan terhadap dugaan ko­rupsi SPPD fiktif Pemkot Ambon tahun 2011, pe­nyidik Tipikor Sat­res­krim Polres Pu­lau Ambon dan Pulau-pu­lau Lease me­nyita ratusan tiket dan bukti penjualan dari tiga travel.

Tiga travel itu yang sudah pernah diperiksa masing-masing PT Mulia Utama Travel, PT Willy Alif Utama Travel dan PT Noerifa Indah Travel.

Menurut Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Rifal Efendi Adiku­suma, dokumen yang diambil dari travel ini berupa dokumen pen­jualan tiket. Hanya saja ketiga travel ini menyerahkan secara global sehingga penyidik akan mensortir dan mencocokan de­ngan data penyidik yang ada kaitannya dengan perjalanan dinas Pemkot Ambon.

Dokumen itu berupa pen­jualan tiket dan ini telah diserahkan saat ketiga travel diperiksa pekan lalu hingga Jumat (13/7).

“Kita masih teliti dan sortir dulu, karena ada dokumen dari travel yang diserahkan. Itu berkaitan dengan bukti penjualan tiket. Nanti akan kita cocokan dengan data pe­nyidik dan bukti yang sudah dikantongi. Kalau ada yang tidak sesuai atau tidak cocok kita kembalikan kepada me­reka,” jelas Rifal.

Disinggung soal peme­riksaan Walikota Ambon Richard Louhenapessy dan Sekre­taris Kota Ambon AG Latu­heru, ia mengaku tetap akan dilakukan. Soal waktu­nya, akan diagendakan penyi­dik. Sebe­lum­nya, walikkota dan sekot mangkir pada Senin (25/6) lalu.

Sebelumnya, penyidik Tipi­kor Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lea­se, memeriksa tiga pemilik travel pesawat, Jumat (6/7) sebagai saksi kasus dugaan korupsi SPPD fiktif Pemkot Ambon tahun 2011.

Ketiga travel itu, adalah  PT Mulia Utama Travel, PT Willy Alif Utama Travel, PT Noerifa Indah Travel.

“Kemarin (Jumat-red) tiga perusahaan pemilik travel pen­jual tiket pesawat telah diperiksa oleh penyidik pukul 09.20 sampai pukul 13.20 WIT,” jelas Rifal, saat dikon­fir­masi Siwalima, Sabtu (7/7).

Pemeriksaan untuk memas­tikan tiket  perjalanan dinas tahun 2011 dipesan oleh Pem­kot Kota Ambon pada ketiga travel itu.

Naik Penyidikan

Penanganan kasus du­gaan korupsi SPPD fiktif di Pemkot Ambon tahun 2011 naik status dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Kasus yang didu­ga merugikan negara Rp 742 juta lebih  ini, dinaikan ke tahap penyidikan, setelah tim penyi­dik Tipikor Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease melakukan gelar perkara di Kantor Dit­reskrimsus Polda Maluku, Mangga Dua Ambon, Jumat (8/6).

Gelar perkara yang ber­langsung pukul 14.00 hingga 17.30 WIT, dihadiri Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Rifal Efendi Adikusuma, Kanit Tipikor Bripka M Aki­pay Lessy, tim penyidik dan Wakil Ditreskrimsus Polda Maluku, AKBP Harold Wilson Huwae.

Dalam gelar perkara itu, tim penyidik tipikor Satreskrim memaparkan, hasil penyelidi­kan dan bukti-bukti adanya dugaan korupsi dalam SPPD fiktif tahun 2011 di Pemkot Ambon. Bahkan, siapa saja berta­ng­gung jawab dalam kasus ini juga sudah dikan­tongi tim penyidik.

Periksa

Sebelumnya penyidik Tipi­kor Satreskrim Polres Pulau Ambon telah memeriksa se­jumlah pejabat diantaranya, mantan bendahara penge­luaran Sekot Ambon, Josias Aulele, benda­hara Sekretariat DPRD Kota Ambon Revi Likumahua, dan mantan Ka­bag Keuangan Sekretariat DPRD Kota Ambon, Emi Tamtelahitu.  

Penyidik juga memeriksa eks Sekwan Kota Ambon, Hendri Sopacua, Selasa  (22/5) terkait dugaan SPPD fiktif tahun 2011 di Sekretariat DPRD Kota Ambon.

Sopacua dicecar pukul 09.00 hingga 18.00 WIT oleh penyi­dik dengan 48 perta­nyaan. Tak hanya Sopacua, na­mun penyi­dik juga memeri­ksa mantan Kadis Pendapatan, Jopie Sila­nno yang saat ini menjabat staf ahli walikota.

Seperti diberitakan, tahun 2011 dialokasikan anggaran Rp 4 milyar untuk perjalanan dinas di DPRD Kota Ambon. Didalam pertanggungjawaban dilapor­kan habis terpakai. Tetapi da­lam penelusuran, tim penyidik menemukan 114 tiket yang diduga fiktif, dengan nilai Rp 600 juta lebih.  (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon