Hukum ›› Polisi Rampungkan Berkas Sopir Mixer Beton

Polisi Rampungkan Berkas Sopir Mixer Beton


Ambon - Berkas Udin R, sopir mixer beton tersangka kasus kecelakaan lalu lintas di jalan Piere Tendean yang menyebabkan delapan orang tewas beberapa waktu lalu kini sementara dirampungkan Satuan Lalu Lintas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.

“Jadi berkas Udin  penyebab awal kecelakaan maut di Jalan Piere Tendean Halong itu sementara dirampungkan. Berkas sopir mixer beton ini memang untuk saksi-saksi belum selesai diperiksa, sehingga perlahan namun pasti akan dirampungkan,” jelas Kasat Lantas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Deddy Putra kepada Siwalima, melalui telepon selulernya Sabtu (2/5).

Menurutnya, pemeriksaan saksi dalam hal ini korban masih belum usai sehingga polisi sementara melengkapinya. “Sementara masih dirampungkan. Kita juga belum bisa limpah tahap I  ke jaksa karena saksi korban yang satu lagi belum bisa bicara karena rahangnya patah mungkin dalam waktu dekat ini,” tukas Deddy Putra.

Disinggung soal pemeriksaan Direktur PT Mustika Jaya yang merupakan pemilik mixer beton ini, ia mengaku sudah menerima lagi pemberitahuan, dimana yang bersangkutan sakit sehingga belum memenuhi panggilan penyidik

“Direktur Mustika Jaya belum memenuhi panggilan, informasi sementara masih sakit. Kita sudah diberitahu kemarin (Jumat-red). Sementara ini, dari pihak pemilik mixer sudah menyerahkan santunan hanya tinggal yang meninggal saja yang belum dan segera diserahkan juga,” katanya.

Sebelumnya Direktur PT Mustika Jaya tidak menghadiri panggilan pertama dengan alasan sakit. Olehnya Polres Ambon kembali melayangkan panggilan kedua kepada yang bersangkutan. Namun kali ini lagi-lagi sakit menjadi alasannya.

Deddy Putra kepada Siwalima melalui telepon selulernya Sabtu (18/4) mengatakan, panggilan kedua sudah dilayangkan Jumat (17/4) ke Jakarta untuk kepentingan pemeriksaan.

Menurutnya, sampai saat ini belum ada tersangka tambahan dalam kasus laka lantas maut itu. Akan tetapi pemeriksaan saksi masih dilakukan termasuk perusahaan dan pemilik mobil mixer sebagai penyebab awal kejadian.

“Panggilan kedua untuk kita  periksa sudah dilayangkan. Jadi pekan depan (pekan ini red) sudah bisa kita periksa pemilik mixer,” kata Deddy Putra.

Sementara itu, setelah melewati proses pemeriksaan, akhirnya manajemen PT Waskita Karya mengakui masih mengontrak truk mixer beton maut tersebut. Delapan korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut yaitu Victor Tuhumena (41), Elisabeth Lerick (45), Yance David Molle (46), SimonRenur (47), Esty Tiven (39), Yusman Kadir Lating (30), Frederika M. Rumajak(46) serta Stanny Radjawane (20). Selain itu 16 korban mengalami luka-luka. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon