Hukum ›› Polisi Rampungkan Berkas Pemerkosa Anak Tiri

Polisi Rampungkan Berkas Pemerkosa Anak Tiri


Ambon - Penyidik Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, kini sedang merampungkan berkas Azura Andan (66), Warga Jalan Abdul Gani Eli, Desa Laha, Keca­matan Teluk Ambon yang adalah tersangka  kasus pemerkosaan anak tirinya sendiri.

Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Iptu N Anakotta kepada Siwalima di ruang kerjanya Jumat (16/9)  men­jelaskan, pemeriksaan terhadap empat saksi sudah dilakukan dan kini berkas tersangka dirampungkan untuk selanjutnya di limpahkan ke jaksa untuk diteliti.

Menurut Anakotta, dalam peme­riksaan tersangka mengakui akan perbuatan bejat terhadap anak tirinya itu.

“Saat ini pemeriksaan sudah sele­sai. Sementara berkas dirampung­kan. Untuk kasus ini tersangka mengakui akan perbuatan bejatnya itu,’ ujar anakotta.

Sebelumnya diberitakan, per­buatan bejat Azura Andan (66) terbongkar. Warga Jalan Abdul Gani Eli, Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon ini harus mendekam di penjara karena menyetubuhi anak tirinya.

Azura Andan dilaporkan oleh istrinya ke Polres Pulau Ambon dan Pp. Lease, Sabtu (10/9).

Azura Andan menodai kegadisan korban pada 21 Oktober 2014 lalu. Saat itu, Azura dan korban menjaga toko majikannya di Ruko Batu Merah. Kondisi toko yang sepi membuat Azura dirasuki napsu. Tak kusa menahan syahwat Ia kemudian menyetubuhi korban dengan paksa.

Setelah itu, korban kerap dijadikan pelampiasan hawa nafsu Azura hing­ga korban kini berusia 14 ta­hun. Terakhir korban disetubuhi 16 Juni 2016. Saat itu, Azura sekeluarga pulang ke kampung halaman mereka di Desa Katapang, Kabupaten SBB.  Kondisi rumah yang sepi tak disia-siakan oleh Azura. Ia kembali menyetubuhi korban.

Perbuatan biadab Azura terbong­kar saat ia mengirim SMS kepada korban, Senin 5 September, yang isi­nya menyebutkan soal perbuatan­nya itu kepada korban.

Seperti disambar petir saat ibu korban membaca SMS tersebut. Ia langsung melaporkan Azura ke polisi.  

“Pelaku sudah diamankan di Polres Pulau Ambon dan pelaku akan di jerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 287, Pasal 64 KUHP deng­an ancaman 20 tahun penjara,”.jelas Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp. Lease, Iptu N Anakotta kepada wartawan, Selasa (13/9). (Mg-2)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon