Hukum ›› Polisi Periksa Tiga Pegawai Disdikpora Malteng Kasus Bobolnya Brankas

Polisi Periksa Tiga Pegawai Disdikpora Malteng


Masohi - Satuan Reskrim Polres Malteng hingga, Sabtu (30/4) masih terus mengembangkan kasus bobolnya brankas Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Malteng, Jumat (29/4) lalu.

Tiga pegawai Disdikpora Malteng juga telah diperiksa penyidik Polres Malteng, yaitu Jimmy Titihalawa, Ely Ohello, Nurhayati.

“Kita masih melakukan pengem­bangan, Kita sudah periksa tiga orang sebagai saksi. mereka adalah dua saksi pelapor yaitu Jimmy Titi­halwa dan Ely Ohelo serta benda­hara Nurhayati,” tandas Kasat Res­krim Polres Malteng, Iptu Uspril Fut­wembun kepada Siwalima di Masohi, Sabtu  (1/5).

Uspril menjelaskan, saksi yang diperiksa penyidik masih mungkin bertambah, sebab pengembangan guna mengungkap kasus ini akan terus berjalan sampai, polisi mampu meringkus siapa pelakunya dan menjebloskannya ke balik jeruji besi.

“Jumlah saksi yang akan kita periksa sangat mungkin bertambah. Intinya kita masih terus melakukan pengembangan dari pemeriksaan dan keterangan saksi saksi dari kasus ini,” jelasnya.

Soal ada atau tidak keterlibatan orang dalam terkait kasus ini, ia mengatakan, kesimpulan ke arah itu masih sangat prematur.

“Saya tidak mau kita berspekulasi, ini masih sangat prematur untuk menyimpulkan hal itu, soal ada atau tidak nanti setelah kita berhasil mengungkap siapa pelakunya. Intinya kita kerja dulu sebab kasusnya baru saja terjadi jumat kemarin,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebe­lumnya, pembobolan brankas kembali terjadi. Kali ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Malteng yang menjadi korban. Jumat (29/4).

Sekitar Rp 80 juta yang disimpan dalam brankas milik Disdikpora yang dipimpin Askam Tuasikal itu dibobol maling.

Informasi yang dihimpun Siwa­lima terungkap, bobolnya brankas milik Disdikpora Malteng ini, pertama di ketahui Jemy Titihalawa dan Ely Ohello (Pegawai Disdikpora Malteng), ketika tiba di kantor sekitar pukul Jumat (29/4) pagi sekitar pukul  07.00 wit. Saat itu keduanya kaget melihat kondisi pintu brankas telah disatroni maling. Keduanya, lansung melaporkan kejadian itu ke Mapolres Malteng beberapa saat kemudian.

Nurhayati, Bendahara Rutin Disdikpora Malteng kepada warta­wan mengaku kaget dengan kejadian tersebut. sebab pada Kamis (30/4) malam masih ada pegawai yang bekerja di kantor hingga larut malam.

“Tadi malam masih ada pegawai yang bekerja di kantor sampai pukul 19.00 WIT bahkan ada yang lembur hingga pukul 22.00 WIT. Anehnya di pagi hari justru kebobolan,” ungkapnya.

Ia mengaku uang senilai Rp 80 juta yang bobol dari dalam brankas itu adalah dana operasional yang baru dicairkan Kamis (28/4).

“Uang yang hilang dari dalam brankas itu adalah dana operasional rutin dinas. Uangnya baru saya cairkan pada Kamis (28/4),” jelas Nurhayati didampingi Sekertaris Dinas Dikpora Malteng, Usman Djasah, kepada wartawan, Jumat ( 29/4).

Menyikapi hal ini, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga Malteng, Usman Djamsah  meminta Polres Malteng segera menangkap pelaku dan meng­ungkap motif di balik kasus itu, termasuk jika ada dugaan kerja sama dengan orang dalam.

“Kita minta Polres Malteng dapat mengungkap kasus ini dan menjebloskan pelakunya ke balik jeruji besi, termasuk jika ada pihak pihak tertentu dalam dinas ini yang sengaja bekerja sama dengan pelaku untuk membongkar brankas dinas,” tandasnya. (S-36)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon