Hukum ›› Polisi Periksa Sejumlah Pejabat Pemkot Tual Tiga Kasus Pengadaan Lahan

Polisi Periksa Sejumlah Pejabat Pemkot Tual


Ambon - Sebanyak 35 saksi telah diperiksa tim pe­nyidik Ditreskrimsus Polda Maluku, termasuk sejumlah pejabat Pemkot Tual terkait tiga kasus pengadaan lahan yang terindikasi kuat korupsi.

Informasi yang diperoleh, para pejabat Pemkot Tual yang diperiksa dian­taranya; Sekkot Tual Basri Adly Banjar, Kepala Dinas Kesehatan Tual Bauintang, Kepala Rumah Sakit Tual Betty Zoebaidan Toatubun yang juga mantan Kadinkes Kota Tual, Kepala Dinas Pariwisata Sity Tanimbar, dan Staf Ahli Walikota Tual Azis Hematang.

“Mereka diperiksa pekan lalu oleh penyidik Ditreskrimsus sesuai peran dan tanggung jawab mereka  dalam pengadaan lahan untuk tiga objek,” jelas sumber di Polda Maluku, kepada Siwalima, Kamis (18/2).

Sumber itu juga menjelaskan, pemeriksaan  dipusatkan di Polres Malra dibawah pimpinan Kompol Gerald Wattimena. “Penyidik sudah mengantongi keterangan saksi-saksi yang menjadi bukti kuat untuk proses penyidikan,” ujarnya.

Untuk diketahui, pengadaan la­han pembangunan dermaga feri Kota Tual sudah dibebaskan tahun 1999  dengan dibiayai APBN. Tetapi, tahun 2014/2015 Pemkot Tual kem­bali mengalokasikan  anggaran senilai Rp 2.077.000.000 untuk pengadaan lahan bagi proyek yang sama. Dari nilai anggaran itu, Rp 1,5 milyar sudah dicairkan. 

Pengadaan lahan berikut yang bermasalah adalah untuk pemba­ngunan RSU Kota Tual tahun 2011. Dari anggaran pengadaan lahan se­nilai Rp 3.280.000.000 sudah dicair­kan Rp 1 milyar, namun hingga kini belum ada pekerjaan yang dilaku­kan. Diduga, pengadaan lahan itu juga tidak melalui perencanaan dan tak sesuai aturan.

Selanjutnya, pengadaan lahan bagi pembangunan perkantoran Pemkot Tual. Dari anggaran Rp 820 juta telah dicairkan Rp 150 juta. Diduga, uang ratusan juta rupiah itu, masuk ke kantong oknum-oknum pejabat tertentu, karena lahan ter­sebut sudah ada, saat penyerahan seluruh aset ketika mekar dari Pemkab Malra.

Ketiga kasus pengadaan lahan ini sudah di tahap penyidikan. Bukti-bukti masih dikumpulkan penyidik Ditreskrimsus untuk menetapkan tersangka. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon