Hukum ›› Polisi Limpahkan Kembali Berkas Botmir ke Jaksa Korupsi Dana MTQ

Polisi Limpahkan Kembali Berkas Botmir ke Jaksa


Ambon - Setelah dilengkapi, polisi kembali melimpahkan berkas tersangka kasus korupsi dana MTQ tingkat Provinsi Maluku tahun 2011, William Botmir ke jaksa. Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Aru itu berkasnya dilimpahkan setelah polisi memenuhi seluruh petunjuk jaksa dalam P-19.

“Berkas tersangka William Botmir sudah saya kembalikan lagi ke jaksa kemarin (Senin-red) setelah melengkapi petunjuk  P-19,” jelas Direskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol Sulistyono kepada Siwalima, di ruang kerjanya Selasa (27/1).

Sulistyono berharap, berkas Botmir secepatnya lengkap dan dilakukan tahap II. Saat disinggung soal bolak balik berkas tersangka secara terus menerus, Sulistyono enggan berkomentar banyak. Namun ia pun mengaku berkas tersebut dikembalikan karena masih ada petunjuk jaksa yang harus dilengkapi.

Sebelumnya diberitakan, hingga kini penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku belum mampu memenuhi petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU), sehingga berkas milik mantan Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Aru, William Botmir, sampai sekarang belum lengkap sehingga JPU mengembalikan lagi berkas ke polisi.

“Berkasnya belum lengkap, karena petunjuk polisi tak dipenuhi, sehingga jaksa kembalikan lagi berkasnya ke polisi,” ungkap  Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Palapia, kepada wartawan, di Kantor Kejati Maluku, Selasa (20/1).

Palapia mengatakan, setelah diteliti ternyata berkasnya belum juga lengkap sehingga JPU telah mengembalikan berkas tersebut kepada penyidik Jumat (16 /1). “Berkasnya sudah dikembalikan sejak akhir pekan lalu. Diharapkan polisi bisa memenuhi petunjuk jaksa sehingga  berkas tidak lagi bolak-balik,” ujarnya.

Kendati demikian, Palapia enggan membeberkan petunjuk apa saja yang harus dilengkapi penyidik dengan alasan menjadi rahasia dalam proses penyidikan.

Sementara untuk berkas milik mantan Bendahara Pemkab Kabupaten Kepulauan Aru, Elifas Leaua sudah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), tinggal menunggu dilakukan tahap II.

Dalam kasus ini polisi menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Dua sudah divonis Pengadilan Tipikor yakni Wakil Bupati Aru Nonaktif, Umar Djabumona dan mantan Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Aru, Ambo Walay.

Djabumona divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor Ambon dan sementara menunggu putusan kasasi Mahkamah Agung (MA).  Sedangkan Ambo Walay divonis satu tahun penjara, dan jaksa sementara melakukan banding.

Selain itu, empat tersangka lainnya yakni istri Wakil Bupati KepulauanAru nonaktif Ny Henny Djabumona, anggota KPU Aru Jermina Larwuy; Bendahara KPU Aru Reny Awal; serta pemilik Rumah Makan Prima Rasa Jefry Oersepuny sementara menjalani persidangan juga di Pengadilan Tipikor Ambon.(S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon