Hukum ›› Soal Paket Pos Narkoba, Polisi Lengkapi Petunjuk Jaksa

Soal Paket Pos Narkoba, Polisi Lengkapi Petunjuk Jaksa


Ambon - Penyidik Ditresnarkoba Polda Maluku kini sedang melengkapi berkas tersangka paket pos narkoba yang ditangkap tim gabungan beberapa waktu lalu atas nama Risman alias RM (27) warga Jalan Dokter Latumeten, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon.

Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Maluku, AKBP John Uniplaita saat dikonfirmasi Siwalima Senin (17/11) mengatakan, karena berkas RM  belum lengkap, dikembalikan oleh JPU dengan status P-19.

 “Untuk berkas dengan tersangka Risman itu sedang kita lengkapi petunjuk jaksa. JPU kembalikan dengan status P-19,” jelasnya.

Sementara soal berkas tersangka Abdul Gani Laitupa (AGL), Uniplaita menjelaskan,  kini masih dirampungkan untuk dilakukan tahap I.

“Untuk tersangka AGL masih dirampungkan karena berkasnya dari belakang disebabkan ada beberapa tambahan bukti dulu sebelum dilimpah,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, meskipun sudah ditemukan sejumlah bukti, akan tetapi AGL (29) yang adalah pegawai Lembaga Pemasyarakan (Lapas) Klas IIA Ambon, selaku pemilik paket pos narkoba ini masih tetap menyangkal.

Penyangkalan oleh tersangka ini dengan alasan barang tersebut bukan merupakan miliknya. Walau demikian, penyidik tetap melakukan pengusutan lebih lanjut dan pengembangan terkait barang haram tersebut.

Dalam kasus ini selain AGL dan RM ditetapkan sebagai tersangka.  Karena AGL ternyata adalah pemilik paket pos narkoba jenis sabu yang dikirim melalui jasa PT Pos Indonesia dengan alamat RM.

Kedua tersangka dijerat melanggar pasal 114 ayat 1 dan pasal 132 ayat 1 san 2 Undang undang nomor 35 tahun 2009. Untuk diketahui, tim gabungan sejumlah instansi berhasil menggagalkan peredaran narkoba melalui pengiriman paket PT Pos Indonesia. Barang bukti yang ditemukan berupa methamphetamine (sabu) seberat 22,07 gram dan ganja seberat 4 kg.

Peredaran narkoba itu digagalkan oleh tim gabungan yang terdiri dari Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat; PT Pos Indonesia Cabang Ambon; Direktorat Resnarkoba Polda Maluku dan BNN Provinsi Maluku.

Plt Kakanwil Ditjen  Bea dan Cukai Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, Winarko kepada wartawan di kantornya, Jumat (15/8) menjelaskan, informasi adanya pengiriman paket mencurigakan melalui PT Pos Indonesia Cabang Ambon itu diterima dari Batam, Kepulauan Riau pada 7 Agustus 2014.

“Sesuai informasi itu dibentuk tim yang berjumlah 12 orang guna memantau proses pengiriman ketika sampai ke Ambon,” jelasnya.

Menurutnya, paket mencurigakan itu seharusnya tiba di Ambon 8 Agustus, hanya saja lantaran paket tumpang tindih di cargo, pengiriman tertunda sampai 9 Agustus.

“Nantinya pada 9 Agustus sekitar pukul 10.00 WIT, paket tersebut tiba di Kantor PT Pos Indonesia Cabang Ambon. Tim gabungan kemudian melakukan pemantauan atau pe­ngintaian terhadap orang yang akan mengambil barang. Namun sampai dengan 10 Agustus, tidak ada yang mendatangi kantor PT Pos Indonesia Cabang Ambon untuk meng­ambilnya,” ungkap Winarko.

Selanjutnya, pada 11 Agustus, katanya, tim melakukan pengantaran paket ke alamat penerima dengan dilakukan kontak delivery via handphone sesuai nomor yang dituliskan di alamat penerima.

“Namun nomor handphone tidak aktif. Tim lalu berinisiatif menuju alamat rumah sebagaimana tertera dipaket mencurigakan itu. Pukul 15.00 WIT tim sampai di rumah pemilik paket yakni RM. Setelah dibuka paket tersebut terdapat satu buah celana jeans yang sudah lusuh didalam saku celana bagian depan kiri dan kanan, dimana terdapat shabu masing-masing satu paket. Ketika barang itu ditimbang dengan disaksikan penerima barang RM, beratnya mencapai 22,07 gram,” katanya.(S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon