Hukum ›› Polisi Komitmen Tuntaskan Kasus Batu Prima

Polisi Komitmen Tuntaskan Kasus Batu Prima


Ambon - Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease berkomitmen menun­taskan kasus dugaan tindak pidana penggelapan dana bantuan CV.Batu Prima kepada Pemerintah Negeri Laha.

Batu Prima merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penambangan galian C yang terletak di Dusun Air Sakula Desa Laha Kecamatan Teluk Ambon. Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Julkisno Kaisupy kepada wartawan di Mapolres Ambon Senin (10/6) menje­laskan, pada prinsipnya Satreskrim Polres Ambon dan Pulau-pulau Lease serius dan berkomitmen me­nuntaskan kasus dugaan pengge­lapan dana bantuan CV.Batu Prima kepada Pemerintah Negeri Laha.

Meski begitu, Kaisupy menepis tudingan saniri Negeri Laha kalau kasus tersebut ada kaitan dengan dugaan korupsi senilai Rp 2 milyar yang diungkapkan saniri.

“Jadi begini, yang dimaksudkan saniri Negeri Laha itu kasus peng­gelapan ini. Dalam proses penyeli­dikan dan penyidikan belum dite­mukan dugaan korupsi, yang penyi­dik temukan itu sebatas dugaan penggelapan,” ungkap Kaisupy.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Obed Souisa meminta polisi serius dan transparan usut kasus Batu Prima. Menurutnya, penanganan kasus Batu Prima sudah cukup lama, namun tidak ada titik terang. Olehnya ia berharap Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease bergerak cepat sehingga kasus tersebut tuntas sampai ke pengadilan.

“Kita harap kasus Batu Prima ini secepatnya selesai. Banyak kasus pidana ditemukan di areal tambang itu. Ada pencemaran lingkungan, penggelapan yang terakhir menurut Saniri ada juga dugaan korupsi. Nah, polisi seharusnya transparan ke­pada publik utamanya warga Laha,” tandas Obed saat dihubungi Siwa­lima melalui telepon seluler, Senin (10/6).

Dikatakan, penanganan kasus ini mestinya mendapat perhatian, kare­na sudah ada keluhan dari masya­rakat. Untuk menjaga kepercayaan publik maka pihak kepolisian harus benar-benar tranpasaran, apalagi diduga ada praktek dugaan korupsi Rp 2 miliar.

Minta Transparan

Saniri Negeri Laha meminta Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease trasparan meng­usut kasus Batu Prima, perusahaan yang bergerak di bidang Galian C itu.

Saat mendatangi Redaksi Siwa­lima Sabtu, (8/6), Saniri Negeri Laha meminta polisi tidak hanya meng­usut dugaan penggelapan, tetapi dugaan korupsi yang menelan anggaran senilai Rp 2 milyar lebih juga diusut tuntas.

“Kasus Batu Prima tidak hanya soal dugaan penggelapan yang disampaikan pihak kepolisian, tetapi ada juga soal dugaan korupsi. Un­tuk dugaan korupsi itu kami semua diperiksa, termasuk penggelapan. Dugaan korupsi itu lebih dulu diselidiki ketimbang penggelapan. Jadi kami minta Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, transparan, khusus kepada kami warga Laha,” jelas Ucu, Saniri Negeri Laha mewakili teman-temannya.

Dikatakan, kasus penggelapan yang kini sudah naik status dari penyelidikan ke penyidikan diapre­siasi masyarakat Negeri Laha. Tapi ada juga dugaan kasus korupsi yang nilainya cukup fantastis yakni Rp 2 milyar lebih yang mesti diusut tuntas dan transparan oleh Satres­krim Polres Ambon dan Pulau-pulau Lease.

“Uang milyaran rupiah itu tidak terlepas dari dugaan penggelapan. Olehnya polisi harus tuntas usut dan transparan, terutama soal keter­libatan eks Raja Laha, Said Laturua,” ujar Ucu.

Naik Penyidikan

Setelah enggan mengusut tuntas kasus CV. Batu Prima, kini penyidik Satuan Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease serius dan akhirnya menaikan status  kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan.

Aktivitas Batu Prima di Dusun Air Sakula Desa Laha kasusnya tidak hanya tindak pidana dugaan pen­cemaran lingkungan, melainkan tindak pidana penggelapan uang.

“Untuk kasus Batu Prima penye­lidikan kita bedah menjadi dua yakni pencemaran lingkungan dan peng­gelapan uang. Nah sekarang yang naik status menjadi penyidikan itu dugaan penggelapan uang,” kata Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Julkisno Kaisupy kepada wartawan Rabu (22/5).

Dijelaskan, pengelapan uang yang dimaksudkan yakni bantuan CV Batu Prima untuk Pemerintah Negeri Laha. Dimana dana ratusan juta itu tidak dimasukan ke kas pemerintah negeri, melainkan dige­lapkan oleh oknum-oknum staf pemerintah negeri Laha.

“Jadi, setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yakni saksi dari staf Pemerintah Negeri Laha, saksi Saniri Negeri Laha dan saksi pihak CVBatu Prima, kasus ini ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan,” beber Kaisupy.

Sedangkan untuk dugaan tindak pidana pencemaran lingkungan masih tahap penyelidikan.

Enggan Tuntaskan

Sebelumnya, Satreskrim Polres Ambon dan Pulau-pulau Lease enggan menuntaskan kasus ini. Bagaimana tidak, informasi yang dihimpun dari masyarakat Desa Laha menyebutkan, ternyata CV Batu Prima menyetor sejumlah dana sebesar Rp 2 milyar lebih ke mantan Raja Laha sebagai imbalan sewa lahan untuk Galian C selama kurun waktu 2013-2022.

Uang milyaran rupiah itu tidak dimasukan sebagai pendapatan negeri, melainkan dipergunakan untuk kepentingan pribadi.

Mirisnya, dalam penyelidikan, penyidik Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease sudah mengantongi bukti-bukti kuat, tetapi enggan untuk melanjut­kan kasus ini ke tahap penyidikan dengan alasan tidak cukup bukti.

Masyarakat Negeri Laha menya­yangkan sikap penyidik yang eng­gan mengusut kasus tersebut sam­pai tuntas.

Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Gilang Prasetya saat dikonfirmasi Siwalima, Senin (13/5) berang. Ia tidak terima dituduh tidak serius mengusut tuntas kasus tersebut. Menurutnya, kasus ini masih perlu lagi keterangan saksi-saksi dan bukti.

“Prosesnya masih dalam tahap penyelidikan, kita masih mengum­pulkan bukti-bukti potensial dan keterangan saksi-saksi,” jelas Kasat.

Saat disinggung soal adanya kongkalikong dan upaya  melin­dungi eks Raja Laha, ia membantah­nya dan menegaskan kasus ini tetap diproses dan tidak ada yang dilin­dungi.

“Masih penyelidikan. Informasi dari siapa. Perlu ditulis nanti namanya yang menyampaikan biar bisa saya klarifikasi tuduhannya. Kan pasti ada orang yang menyam­paikan, karena itu sudah tuduhan personal bukan institusi lagi,” tan­das Kasat berang.

Namun kasat menyatakan, kasus tersebut tetap dituntaskan dan masih diproses.(S-44/S-45)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon