Hukum ›› Polisi Kembali Ringkus Dua Tersangka Aborsi Kasus Tanam Janin di Karpan

Polisi Kembali Ringkus Dua Tersangka Aborsi


Ambon - Setelah sebelumnya mengamankan Silviana Lekatompessy pemilik janin dan Fali Hatuleli yang turut serta membantu kejahatan tersebut dengan menguburkan janin di kawasan Karang Panjang (Karpan) Kecamatan Sirimau Kota Ambon, kini polisi kembali mengamankan dua tersangka.

Mereka diantaranya Rocky Tosil (21), warga Hukuanakotta Kecamatan  Inamosol Kabupaten Seram Bagian Barat  (SBB) yang merupakan pasangan dari tersangka Silviana. Roscky diketahui merupakan ayah dari janin malang tersebut.

Selain Rocky, polisi juga mengamankan Fredeck Selaluri (19), warga Poka Desa Rumah Tiga Kecamatan Teluk Ambon yang merupakan pemberi resep serta obat yang digunakan Silviana untuk menggugurkan kandungannya.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Bripka O Jambormias kepada wartawan di ruang kerjanya Selasa (18/4) menjelaskan, Roki Tosil merupakan  pacar pelaku dan Fredeck Selaluri yang berperan sebagai dokter palsu dengan memberikan obat untuk mengugur­kan kandungan Silviana.

Dikatakan, dengan diamankan dua ter­sangka tersebut,  menambah daftar tersang­ka menjadi  empat orang. Para tersangka di­tangkap berdasarkan informasi masyarakat tentang keberadaan mereka.

“Rocky diinformasikan berada di Kairatu dan kita langsung amankan yang bersangkutan di Kairatu Senin (10/4). Sedangkan untuk Fredeck, tersangka sendiri yang menye­rahkan diri ke Polres Ambon. Awal­nya kita periksa pacar dari ter­sang­ka, pulangnya pacarnya sampaikan kepada tersangka dan tersangka kooperatif dengan menyerahkan diri pada 10 April lalu,” ungkap Jam­bormias.

Tersangka dijerat Pasal 77 Un­dang Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, junto pasal 348 KUHP tentang tindakan aborsi atau pasal 55 dan 56 tentang turut serta membantu melakukan tindak pidana dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Untuk diketahui, akibat mengu­bur­kan janin, Frali Hatuleli, warga Karpan Jalan Baru RT 003/RW 004 Kelurahan Waihoka Kecamatan Siri­mau Kota Ambon diringkus polisi. Ia diringkus Selasa (28/3), sekitar pukul 12.35 WIT di Halte Bus depan Hotel Sahabat.

Polisi mengetahui hal itu dari warga Karpan Jalan Baru. Menurut Kapolsek Sirimau AKP Meity Jacobus, informasi pria 22 tahun itu menguburkan janin bayi tepatnya di bawah pohon pisang belakang rumah Mama Do tetangganya Selasa (28/3) sekitar pukul 09.00 WIT.

“Dari keterangan saksi Loly Iwamony, sekitar pukul 09.00 WIT dirinya pergi ke rumah Mama Do dengan tujuan untuk meminjamkan parang. Tiba di sana Mama do berkata kepada saksi bahwa kemarin (Senin-Red) Frali mendatanginya untuk meminjam lingis dan terlihat sementara menanam sesuatu tepat­nya di bawah pohon pisang kebun miliknya,” jelas Jacobus kepada wartawan Selasa (28/3).

Jacobus melanjutkan, setelah saksi Loly mendengar penjelasan Mama Do, saksi kemudian pulang dan menyampaikan kepada suami­nya. Selanjutnya saksi bersama suami­nya pergi menuju tempat yang dimaksud dengan tujuan mengecek apa yang di tanam oleh pelaku.

Setelah melakukan pengalian, pasangan suami istri ini menemukan bungkusan plastik berwarna merah-hitam dan mengeluarkan bau busuk. Ketika diperiksa ternyata janin bayi itu dibungkus di dalam pembalut wanita.

Kaget dengan temuannya, para saksi kemudian melaporkan apa yang didapati ke Polsek Sirimau. Usai mendapat laporan, polisi ber­sama saksi pergi untuk mencari ter­sangka dan menemukan yang ber­sangkutan di halte depan Hotel Sahabat sekitar pukul 12.35 WIT.

Selanjutnya sekitar pukul 14.10 WIT, anggota Polsek Sirimau dipim­pin kapolsek turun ke TKP dan meng­angkat janin tersebut untuk kemudian di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara serta mengamankan barang bukti berupa satu buah linggis yang digunakan tersangka menggali tanah untuk menguburkan janin.

Menariknya, hasil pemeriksaan, tersangka mengaku janin tersebut milik mantan pacarnya Silvalina Lekatompessy (18) warga Latuhalat Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon.

Tersangka Frali mendatangi Silva­lina mantan pacarnya  itu Kamis (23/3). Kemudian Silvalina memberita­hukan kalau ia dihamili pacarnya Rocky Tosil yang sudah berangkat ke Saumlaki mencari pekerjaan.

Mendengar hal itu, baik Frali maun Silvalina yang sudah dimabuk asmara sepakat untuk menggu­gur­kan kandu­ngan yang ada di dalam perut Silva­lina. Usai menggugurkan Silvalina meminta pelaku untuk mengantarnya ke Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dengan tujuan berangkat ke Dobo Kabupaten Kepulauan Aru menemui ibunya.  Tiba di Dobo belum sempat ketemu ibunya, Silvana langsung diringkus polisi setempat dan kini mendekam di Rutan Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.(S-45)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon