Kriminal ›› Polisi Diminta Ungkap Pelaku Mutilasi

Polisi Diminta Ungkap Pelaku Mutilasi


Ambon - Pihak kepolisian diminta mengungkap pelaku mutilasi bayi yang ditemukan di Terminal Mardika, Selasa (24/5).

Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, Riduan Hasan kepada wartawan di Baileo Rakyat Belakang Soya, Rabu (25/5), mengatakan potongan tangan maupun tubuh bayi yang ditemukan tersebut dapat dikategorikan tindak pidana pembunuhan berencana.

"Karena ada temuan potongan-potongan organ tubuh, itu artinya ada tindak pindana yang dilakukan secara berencana yang diatur rapih untuk menghilangkan perbuatannya," cetus Hasan.

Menurut mantan advokat ini, kalau dilihat dari sisi kasusnya, maka sudah barang tentu polisi akan mengidentifikasi lewat masyarakat yang ada di sekitar tempat penemuan itu paling kurang berkisar pada daerah Batu Merah dan Mardika.

Namun kata dia, bisa saja, pelakunya juga dari luar pusat Kota Ambon yang datang menaruh untuk menghilangkan persoalan tersebut. "Saya rasa pihak kepolisian sudah mengetahui apa yang mesti dia lakukan terhadap persoalan ini, karena polisi yang punya ahli dalam penyelidikan," ungkapnya.

Untuk mengungkap kasus ini tidak mudah. Pembunuhan dengan cara mutilasi tambahnya dapat terungkap, sebab secara agama hal ini merupakan suatu perbuatan keji yang telah dilakukan dan pasti ada yang melihat saat korban dimutilasi.

"Saya yakin kalau digelar satu bulan dilakukan secara proaktif, maka akan ketahuan siapa pelakuknya, siapa punya anak dan siapa yang akan bertanggung jawab," tuturnya.

Pembunuhan dengan cara mutilasi lanjut Ruduan Hasan merupakan pelanggaran berat dan sesuai KUHP pasal 340 mengatakan, barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun.

"Bukan hanya pelanggaran berat dan pembunuhan berencana terhadap bayi, tetapi juga termasuk pelanggaran hak asasi manusia," ujarnya.

Polisi Selidiki

Sementara itu Polsek Sirimau intensifkan penyelidikan guna mengungkap pelaku.
"Kita sementara melakukan penyelidikan, baik itu pemeriksaan saksi maupun bukti otentik lainnya yang akan digunakan sebagai petunjuk," ungkap Kapolsek Sirimau, AKP Suryono kepada Siwalima di ruang kerjanya, Rabu (25/5).

Dikatakan, untuk kepala bayi yang belum di temukan, anggota telah dikerahkan untuk mencari. Sedangkan menyangkut jenis kelamin dan umur bayi, pihaknya belum mengetahui secara pasti, karena dari hasil outopsi di RSU Bhayangkari juga belum secara gamblang mengatakannya.

Pasalnya, kendala yang dihadapi adalah potongan bayi yang berada di daerah kemaluannya telah hancur, sehingga mempersulit pengetahuan jenis kelamin bayi tersebut.

Meski demikian, ia berharap kepada seluruh warga Kota Ambon untuk membantu aparat kepolisian jika menemukan salah satu organ tubuh dari bayi tersebut.

Sebelumnya diberitakan penggalan tubuh bayi yang diduga korban mutilasi ditemukan di Terminal Mardika tepatnya di parkiran Angkutan Kota (Angkot) jurusan Amahusu, Selasa (24/5).

Penemuan bayi ini pertama kali disaksikan oleh Dewi warga Belakang Hotel Wijaya II Kawasan Mardika Ambon sekitar pukul 06.15 WIT.

Kapolsek Sirimau, AKP Suryono kepada Siwalima melalui Short Message Service (SMS), Selasa (24/5), menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi Dewi, bayi mutilasi itu ditemukan di dalam karton pada drainase saat saksi sedang menyapu jalan di samping kiosnya.

"Saat itu saksi sementara mengangkat karton lantaran menyumbat jalannya air pada drainase. Saksi melihat tangan bayi tergenang di dalam drainase. Kemudian saksi, mengambil kayu untuk mengorek karton itu dan ternyata ditemukan potongan tubuh bayi yang terpisah dari kedua tangan," jelas Suryono.

Diungkapkan, bayi tersebut organ tubuhnya mulai dari tangan, kaki dan paha terpisah. Sementara kepala bayi tidak ditemukan dalam karton tersebut. Melihat hal itu saksi langsung bergegas melaporkan temuannya kepada Polisi Lalu Lintas (Polantas), yang saat itu bertugas di Terminal Mardika dan selanjutnya dilaporkan ke Mapolsek Sirimau.

Tidak lama berselang, anggota Polsek Sirimau turun di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengamankan bayi tidak berdosa itu dan langsung dilarikan ke RSU Bhayangkari untuk diotopsi. (S-34/S-36)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon