Hukum ›› Polisi Diminta Lengkapi Berkas Pemerkosa Menantu Sesuai Petunjuk

Polisi Diminta Lengkapi Berkas Pemerkosa Menantu Sesuai Petunjuk


Ambon - Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease diminta untuk melengkapi berkas  perkara Lutfi Holle tersangka pemerkosaan terhadap menantunya di Saparua itu sesuai petunjuk Jaksa penuntut Umum (JPU).

 “Setelah kita meneliti berkasnya, ternyata belum lengkap sehingga berkas tersebut telah kita kembalikan lagi ke penyidik dengan petun­juknya untuk dilengkapi,”ungkap Kasi Pidum Kejari Ambon, Syahrul Anwar, kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Sabtu (15/3).

Kendati demikian, Anwar enggan membeberkan petunjuk apa saja yang harus dilengkapi penyidik. “Itu rahasia penyidikan, yang pasti berkasnya belum lengkap sehingga ada petunjuk yang telah kita beri­kan,” tandasnya.

Ia juga berharap agar penyidik tak berlama-lama melengkapi berkas tersebut, sehingga kasus ini bisa segera dituntaskan dan menda­patkan kepastian hukum. Sebe­lumnya diberitakan, setelah kurang lebih sepekan melimpahkan berkas perkara Lutfi Holle tersangka pemerkosaan terhadap menantunya di Saparua ke Kejaksaan Negeri Ambon, kini berkas tersebut dikembalikan pada Selasa (4/4) untuk di lengkapi atau P-19.

“Ada berkas yang menurut pihak JPU belum lengkap terkait kehamilan korban yang harus kita lengkapi sehingga berkas tersebut dikembali­kan untuk dilengkapi sesuai petunjuk yang jaksa berikan,” ungkap Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Bripka Hapy Jambormias kepada wartawan di ruang kerjanya Kamis (6/4).

Dijelaskan, setelah mendapat petunjuk tersebut, penyidik langsung bergerak dan melengkapi berkas tersangka, kini tinggal menunggu koordinasi antara JPU dan penyidik untuk mengembalikan berkas tersebut agar kembali diteliti.

“Kita sudah penuhi petunjuk apa yang JPU minta dan sementara ini kita sedang berkoordinasi untuk pengembalian berkas tersangka,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, hanya lantaran sang istri tak sanggup lagi maka, Lutfi Holle memaksa menan­tunya untuk melayani kebutuhan seksnya. Akibat perbuatannya, warga Sirisori Islam, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah ini harus mendekam di balik jeruji besi.

Peristiwa pemerkosaan ini terjadi pertama kali pada bulan Juli 2016 lalu. Saat itu, korban tengah tidur.  Suaminya tak ada di rumah. Lutfi yang sudah tak tahan dengan nafsu birahinya masuk ke kamar dan memaksa korban.  Korban yang berparas cantik membuat lelaki 48 tahun ini jatuh hati. Dia lupa kalau korban adalah menantunya sendiri.

Sebulan kemudian, Lutfi kembali menyetubuhi korban secara paksa. Korban yang tinggal serumah dengan Lutfi, tak berani melawan.

“Karena terpengaruh dengan paras korban, tersangka kembali menggauli korban pada Agustus 2016 di dalam rumah lantaran istrinya sudah tidak bisa melayani,” jelas Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp. Lease, Iptu N Anakotta kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (2/3).

Tak hanya menyetubuhi, namun Lutfi juga mencabuli korban sebanyak dua kali.

“Korban menceritakan pelaku sempat memcabuli korban waktu itu pada tanggal 1 September sekitar pukul 10.00 WIT dan pada tanggal 19 Februari 2017 dan semua perbuatannya dilakukan di dalam rumahnya,” kata Anakotta.

Korban tak tahan lagi dengan perbuatan bejat Lutfi. Dia lalu menceritakan peristiwa yang dialami kepada suaminya. Korban dan sang suami kemudian menempuh jalur hukum dengan melaporkan Lutfi ke Polsek Saparua pada Selasa, (28/2).

“Kasus ini sudah diambil alih Polres Ambon. Berkas perkaranya dikirim pada 1 Maret kemudian dilakukan pemeriksaan dan langsung ditahan,” kata Anakotta.

Lutfi dijerat pasal 81 dan 82 UU No­mor 35 Tahun 2014 tentang Perlin­dungan Anak jo pasal 285 dan pasal 6 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 6 tahun penjara. (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon