Hukum ›› Polisi Diminta Konsisten

Polisi Diminta Konsisten


Penyidik Res-narkoba Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease diminta konsisten me­ne­rapkan pasal da­lam kasus nar­­koba bagi ter­sa­ngka, se­hingga membe­rikan efek jera.

Misalnya, da­lam  kasus nar­ko­­ba yang meli­batkan bos Fa Murni Utama, Wi­liam Stanley. Pe­nyidik menje­rat­nya dengan UU Nomor 35 Tahun 2009 ten­tang Narkotika pasal 114 ayat 1 dengan ancaman hu­kuman maksimal 20 ta­hun penjara, karena terbukti sebagai bandar.

Pasal yang dikenakan ke­pada Wiliam diharapkan sampai di pengadilan, tetap sama. Tidak berubah di tengah jalan.

“Kita sudah koordinasi dengan kepolisian dalam hal ini pak Kapolda  pembe­rantasan narkoba yang se­ka­rang lagi marak dan gen­car-cencarnya di Maluku. Hanya saja harus konsisten. Apalagi jika bandar. Kalau bandar atau pengedar, sebaiknya hukum mati saja,” tandas Ketua DPD Granat Ma­luku, Yani Salampessy ke­pada Siwalima, melalui telepon selulernya, Jumat (5/5).

Salampessy meminta, polisi memberikan efek jera kepada bandar atau penge­dar narkoba dengan kon­sisten terhadap ancaman hukuman yang maksimal.

Ia menilai, penanganan kasus narkoba belum ber­jalan maksimal. Buktinya, peredaran barang haram tersebut masih marak.

“Belum maksimal. Wila­yah pintu masuk untuk ba­rang-barang itu masuk cu­kup banyak di Maluku, sehi­ngga presentasi kasus nar­koba di Maluku terus makin naik, karena pengawasan se­mua link belum maksi­mal,” kata Salampessy.

Karena itu, ia meminta pihak kepolisian konsisten dan transparan dalam menangani kasus narkoba.

Satuan Resnarkoba Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease meringkus Wiliam Stanley, dan Michael Makatita pada Rabu (25/4) di tempat yang berbeda.

Sebelum menangkap Wiliam, polisi lebih dulu membekuk Michael, warga Soabali, Kecamatan Nusaniwe di salah satu kamar kosnya, sekitar pukul 03.00 WIT dengan dua paket sabu-sabu.

Setelah dilakukan pengembangan, polisi kemudian bergerak menciduk Wiliam di kamar rumahnya, di Jalan Sultan Babullah, Kelurahan Silale, Kecamatan Nusaniwe, sekitar pukul 16.43 WIT.

Saat melakukan penggeledahan, polisi menemukan 11 kantong plastik berisi sabu-sabu dengan berat kurang lebih 40 gram.

Penyidik  menjerat Wiliam dengan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pasal 114 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Dalam penyidikan, polisi menemukan bukti-bukti kuat, kalau bos pengusaha distributor minuman beralkohol bir ini, menjadi pengedar sabu-sabu.

Pasal 114 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 menyebutkan, setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memawarkan untuk dijual,  menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit  Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

“Untuk tersangka William ini dikenakan pasal 114 dengan ancaman maksimal 20 tahun kurungan penjara, karena dalam penyidikan tersangka merupakan pengedar dan barang bukti juga cukup banyak, apalagi diperkuat dengan barang bukti lain berupa dua alat isap dan sejumlah plastik yang akan digunakan untuk memasukan sabu-sabu untuk kembali diedarkan,” beber Kasat Resnarkoba Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Alex Kamali kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (4/5).

Sementara tersangka lain, Michael Makatita dijerat dengan pasal 112 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun  penjara dan maksimal 12 tahun penjara.

Pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 menegaskan, setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I, dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

“6 saksi sudah kita periksa, untuk Michael kita berikan ancaman maksimal 12 tahun penjara, karena dalam pengerebe­kan tersangka akan meng­gunakan barang tersebut, barang bukti berupa  dua paket sabu-sabu, sehingga kita kategorikan sebagai pengguna,” jelas Kamali. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon