Hukum ›› Polisi dan BPKP Ekspos Kasus Jembatan Karey

Polisi dan BPKP Ekspos Kasus Jembatan Karey


Ambon - Guna kepentingan perhitungan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan di Desa Karey, Kecamatan Aru Selatan Timur, Kabupaten Kepulauan Aru, penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku bersama Badan Pengawasan Keuangan dan pembangunan (BPKP) Maluku telah menggelar ekspos bersama.

“Untuk kasus korupsi proyek Jembatan Karey, kita sudah ekspos dengan BPKP untuk perhitungan kerugian negara,” jelas Direskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol Sulistyono kepada Siwalima, Rabu (28/1).

Sulistyono menjelaskan, ekspos dilakukan akhir pekan kemarin dan selanjutnya menyerahkan data yang diperlukan untuk dilakukan perhitungan.

“Sudah kita serahkan data-data itu. Dan sekarang BPKP lagi berproses. Kita sementara ini melakukan koordinasi dengan BPKP,” ujar Sulistyono.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku kini telah mengantongi calon tersangka dalam  kasus ini. Calon tersangka ini dikantongi setelah kasus tersebut ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan oleh penyidik setelah gelar perkara dilakukan beberapa waktu lalu.

Informasi yang dihimpun Siwalima, Selasa (2/12) menyebutkan, calon tersangka kemungkinan lebih dari satu orang dan ini segera ditetapkan setelah pemeriksaan tahap penyidikan dilakukan oleh penyidik.

Namun saat ini, penyidik juga masih menunggu para saksi dalam kasus tersebut untuk diperiksa tahap penyidikan yang hingga kini belum memenuhi panggilannya.

Kasus ini setelah penyidik mengantongi sejumlah bukti termasuk bukti pemeriksaan fisik, kini kasus korupsi dalam proyek pembangunan jem­batan di Desa Karey resmi diting­katkan ke tahap penyidikan.

Informasi yang dihimpun Siwalima, Selasa (25/11) menyebutkan, proyek pekerjaan tambatan perahu pada Dinas PU Kabupaten Aru tahun anggaran 2013 senilai Rp 478.500.000 itu ternyata fiktif, namun anggarannya sudah dicairkan 100 persen.

Naiknya kasus ini dari status penyelidikan ke tahap penyidikan berdasarkan gelar perkara yang dilakukan oleh penyidik Ditres­krimsus Polda Maluku, Senin (24/11), sekitar pukul 11.00 -13.00 WIT di Kantor Reskrimsus Mangga dua.

Sejumlah dokumen yang berhubungan dengan kasus ini sudah dikantongi penyidik. Dan ternyata dari hasil penyidikan uang proyek tersebut tidak digunakan untuk pekerjaan malah dibagibagi kepada sejumlah pihak.(S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon