Kriminal ›› Polisi Ciduk Calo Rekruitmen Anggota Polri

Polisi Ciduk Calo Rekruitmen Anggota Polri


Ambon - Ditreskrimum Polda Maluku kembali menciduk calo rek­ruitmen anggotan Polri Tahun 2018.

Sebelumnya beberapa waktu yang lalu dalam kasus yang sama Polda Maluku juga berhasil menciduk seorang wanita paruh baya dan kini yang bersangkutan sedang mendekam di Rutan Polda Maluku.

Dalam keterangannya kepa­da wartawan di Ambon Kamis (24/5), Direktur Reskrimum Polda Maluku, Kombes Gu­puh Setiyono menjelaskan, pe­laku penipuan yang di­aman­kan oleh anggota Dit­res­krimum Polda Maluku itu ada­lah Leonardo Valen Beruat­warin.

Beruatwarin dilaporkan ke polisi oleh La Ri Donal de­ngan tuduhan penipuan de­ngan korban dua orang calon anggota polisi. Dimana pela­ku meminta uang sebesar Rp 140 juta dan Rp 110 juta. Dua korban tersebut yakni Jalalu­din asal Maluku Tengah dan Rafli Besan, asal Pulau Buru.

Setiyono menjelaskan, mo­dus operandi yang digunakan oleh pelaku LVB, berawal ketika yang bersangkutan mendatangi rumah saksi La Idris. Di rumah La Idris pelaku  modus hendak berkenalan dan  meminta bantuan untuk mengecek keberadaan istri­nya.

Maklum La Idris diketahui memiliki kemampuan mende­teksi orang sehingga pelaku lalu mendatangi rumahnya. Dari pertemuan demi perte­muan, terjadi komunikasi yang baik antara pelaku dan La Idris. Menariknya, pelaku bahkan mengaku dirinya se­orang anggota polisi dengan pangkat ajun komisaris besar polisi (AKBP).

Tanpa rasa malu, pelaku lalu mengutarakan niatnya kepada La Idris untuk mencari anak muda siapa saja yang saat ini sementara mengikuti  seleksi rekruitmen anggota Polri.

Pelaku bahkan menjamin akan meloloskan anak-anak tersebut yang mengikuti se­leksi calon anggota Polri tapi dengan syarat atau imbalan uang.  “Pelaku ini mengatakan kepada La Idris untuk mencari tahu ada anak-anak muda yang masuk mendaftar pada rekruitmen calon anggota Polri di Polda Maluku. La Idris yang terbuai dengan ucapan tersangka yang mengaku se­bagai seorang perwira mene­ngah Polda Maluku berpang­kat AKBP, akhirnya mencari salah seorang saudaranya yang sedang mengikuti tes seleksi calon anggota Polri di Polda Maluku,” ungkap per­wira menengah Polri berpang­kat tiga melati ini.

Setiyono membeberkan, saat itu tak hanya satu orang tapi dua orang berhasil diba­wa menghadap pelaku yang berpura-pura anggota Polri berpangkat AKBP tersebut.

“Saksi La Idris ini percaya dengan omongan pelaku  yang mengakui anggota polisi dan siap membantu melo­los­kan kedua anak tersebut asal­kan diberi imbalan,” ungkap Setiyono.

Terbuai dengan rayuan pe­laku, pada bulan April 2018, sekitar pukul 21.00 WIT, ber­tempat dirumah La Idris yang beralamat di Kebun Cengkeh dilakukan pertemuan untuk penyerahan uang atau im­balan.

Tepat 4 April 2018, saksi La Ri Donal bersama dengan ibu salah satu calon ang­-gota Polri menyerahkan uang sebesar Rp 110 juta kepada tersangka. Selanjut­nya untuk calon ang­gota Polri yang lain tersangka meminta imbalan sebesar Rp 140 juta sehingga total nilai imbalan yang diberikan para korban Rp 250 juta.

Saat itu tambah Setiyono keluarga korban menyerah­kan uang tunia secara lang­sung kepada pelaku. Diha­da­pan para korban dan keluar­ga, pelaku berjanji akan me­loloskan kedua anak tersebut menjadi anggota Polri.

Sayangnya, seiring dengan berjalannya waktu, proses tahapan seleksi dua anggota Polri itu langkahnya berakhir sampai di psikologi. Keduanya gagal, tapi keburuh sudah membayar tunai kepada pelaku.

“Jadi, ketika kedua anak itu gagal lolos sampai tahap akhir, orang tua kedua korban itu  mempertanyakan kepada pelaku. Sayangnya telepon selulernya tidak aktif lagi. Curiga dengan ketidakjelasan pelaku, para korban lalu mulai gelisah dan akhirnya mencari kebenaran informasi tentang sepak terjang pelaku apakah anggota Polri berpangkat AKBP ataukah tidak,” tandas Setiyono.

Penelusuran para korban membuahkan hasil dan akhirnya diketahui, pelaku bukan anggota Polri berpangkat AKBP sebagaimana pengakuannya kepada korban.

“Setelah melakukan proses penyelidikan dan penyidikan kepada tersangka, akhirnya pada 23 Mei 2018, pukul 00.30 WIT, pelaku akhirnya ditemukan di salah satu guest house di daerah Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, bersama satu orang wanita dan balita.

“Sekarang kasunya dalam prose penyelidikan yang mana tersangka sendiri mengakui tidak pernah menjadi anggota Polri di Polda Maluku. Barang bukti yang berhasil disita oleh penyidik Ditreskrimum Polda Maluku berupa 4 buah HP, 5 buah sim card, 2 buah kartu memori, satu charger, satu kabel USB, 2 buah dompet dan satu buku  tabungan Bank BRI  beserta ATM BRI,” bebernya.

Setiyono mengatakan, pelaku kini  mendekam di Rutan Polda Maluku dan terancam dipidana dengan pasal 378 KUH Pidana  dengan ancaman hukuman 4 tahun dan pasal 5 Jo pasal 2  UU Nomor 8 tahun  2010 tentang  TPPU  dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara dan denda  Rp 1 miliar.

Ia menghimbau kepada masyarakat Maluku untuk tidak percaya dengan janji-janji manis calo anggota Polri. “Saya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mempercayaai  oknum-oknum tertentu yang menjanjikan kelulusan bagi calon anggota Polri. (S-32)

 



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon