Hukum ›› Polisi Cecar Belasan ABK KN Salawaku Angkut Sepeda Motor Bodong

Polisi Cecar Belasan ABK KN Salawaku


Ambon - Sebanyak 16 ABK KN Sala­waku dicecar tim penyidik Res­krim Polsek Kawasan Pelabu­han Yos Sudarso (KPYS) Ambon, Rabu (11/10).

Pemeriksaan belasan ABK kapal milik KPLP Kota Tual itu, terkait de­ngan puluhan sepeda motor bodong yang disita, Selasa (10/10).

“Hari ini kita panggil dan periksa 16 saksi. Mereka adalah ABK terkait dengan kelengkapan-kelengkapan motor-motor tersebut. Masih pemeriksaan ber­jalan hingga malam. Namun jika tidak bisa usai akan dilanjutkan besok lagi,” Kapolsek KPYS Ambon, AKP Ronny Ferdi Manawan kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Rabu (11/10).

Manawan belum mau banyak berko­mentar, karena pemeriksaan baru dila­ku­kan dan masih fokus untuk saksi-saksi. “Kita masih fokus saksi saja. Nanti hasilnya seperti apa dan siapa lagi akan kita sampaikan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, KPYS Ambon mengamankan puluhan sepeda motor bodong dari KN Salawaku milik  KPLP Kota Tual, Selasa (10/10).

Puluhan sepeda motor itu diamankan saat KN Salawaku berlabuh di dermaga pelabuhan rakyat, Pantai Losari Mar­dika Ambon sekitar pukul 12.30 WIT.

Informasi yang  diperoleh Siwalima menyebutkan, sepeda motor sebanyak 35 buah itu, dibawa dari Jakarta dan hendak diselundupkan ke Tual. Namun, terbongkar setelah pihak KPYS menda­pat informasi dari warga.

“Setelah diselidiki ternyata benar infor­masi keberadaan puluhan motor yang diduga hasil curian dari Pulau Jawa ada di KN Salawaku, yang sementara sandar di pelabuhan rakyat,” kata sumber di kepolisian.

Haris, salah satu ABK KN Salawaku yang diinterogasi pihak kepolisian mengaku, puluhan sepeda motor bekas itu dibeli dari Jakarta untuk pegawai KPLP Tual.

Kebetulan KN Salawaku baru selesai dok di Jakarta, dan hendak kembali ke Tual. Sehingga puluhan sepeda motor itu, diangkut supaya tidak lagi menge­luarkan biaya pengiriman.”Kalau pakai jasa pengiriman harus keluarkan biaya lagi. Tetapi dalam perjalanan mesin ka­pal mengalami kerusakan sehingga berlabuh di pelabuhan rakyat Mardika,” ujarnya.

Kapal berplat merah itu berlabuh se­jak Senin (9/10) sekitar pukul 19.00 WIT. Namun keberadaan puluhan motor yang diduga bodong itu, baru diketahui pihak kepolisian KPYS sekitar pukul 21.00 WIT.

Besoknya sekitar pukul 12.30 WIT, puluhan sepeda motor itu kemudian diturunkan dari atas KN Salawaku dan diangkut menggunakan truk DE 9000 AU menuju Polsek KPYS.

Kapolsek KPYS Ambon, AKP Ronny Ferdi Manawan kepada wartawan me­nga­takan, dari hasil pemeriksaan se­men­tara diduga puluhan sepeda motor itu ilegal. Mestinya pengiriman harus melalui jasa pengiri­man. “Kalau ini kan secara teknik ada pelanggaran,” tandas Manawan.

Dari puluhan kendaraan itu ada seba­gian memiliki STNK dan BPKB, dan ada juga yang tidak memiliki kelengkapan surat. Polisi juga akan memeriksa nomor mesin dan rangka kendaraan. “Semen­tara ini kita  masih terus kembangkan,” kata Manawan.

Menurut Manawan, prosedur pengiri­man antar wilayah harus ada surat jalan yang dikeluarkan pihak kepolisian se­tempat. Tidak bisa seperti yang dilaku­kan oleh KN Salawaku. “Ini yang akan kita minta apakah ada atau tidak.  Jadi akan diselidiki. Kita belum memeriksa pe­milik, masih dikembangkan,” ujarnya.

Kepala KPLP Kota Tual, Alwan Rasid yang dikonfirmasi mengakui, kesala­hannya, karena melanggar aturan.

Alwan mengungkapkan, puluhan se­peda motor ini milik anak buahnya yang dibeli untuk keperluan transportasi dalam berkerja. Sebelum mengizinkan puluhan sepeda motor itu diangkut oleh KN Salawaku, Alwan sempat meminta mereka untuk membuat surat pernya­taan bahwa sepeda motor yang dibeli memiliki kelengkapan surat.

“Saat tiba di Jakarta mereka beli motor dengan harga yang lebih murah. Saya juga tidak berpikir akan proses surat jalan dari polisi dan sebagainya. Dalam benak saya hanya ingin mem­bantu mereka agar pekerjaan tidak terkendala. Memang ada 35 unit. Seba­gian merupakan titipan keluarga di Tual. Dari awal saya memang menyadari. Tapi disisi lain saya melihat ini untuk memobilisasi mereka di sana,”  kata Alwan.

Alwan mengaku lalai. Ia tidak berpikir akan terjadi masalah. Ia hanya berpikir asas manfaat kepada anak buahnya. “Saya suruh mereka buat surat pernya­taan bahwa motor ini lengkap dan tidak punya masalah. Saya akui lalai karena tidak memeriksa satu satu,” ujarnya.

Alwan membantah KN Salawaku mengalami kerusakan mesin. Menurutnya kapal berlabuh di dermaga pelabuhan rakyat untuk memperbaiki pompa air laut sebelah kanan. Pompa ini berfungsi sebagai pendingin. “Saya juga ingin mengatakan bahwa kapal bersandar bukan karena kerusakan mesin tapi pompa air laut. Sekaligus menambah bahan bakar,” jelasnya. (S-27) 



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon