Hukum ›› Polisi Bidik SPPD Fiktif Pemkot dan DPRD Ambon Rugikan Negara Rp 1,3 M

Polisi Bidik SPPD Fiktif Pemkot dan DPRD Ambon


Ambon - Penyidik Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease membidik du­gaan korupsi perjalanan dinas fiktif di Pemkot Ambon dan Sekretariat DPRD Kota Ambon tahun 2011.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, di tahun 2011 ada anggaran sebesar Rp 2 milyar untuk perjala­nan dinas di lingkup Pem­kot Ambon. Dalam per­ta­nggungjawaban disebutkan angga­ran itu, habis terpakai. Namun tim penyidik Reskrim Polres Ambon menemukan 100 tiket yang diduga fiktif, dengan nilai Rp 742 juta lebih.

Tak hanya  di Pemkot Ambon. Te­tapi Sekretariat DPRD  Kota Ambon juga terjadi hal yang sama. Tahun 2011 dialokasikan anggaran Rp 4 milyar untuk perjalanan dinas.  Didalam per­tanggungjawaban juga dilaporkan habis terpakai. Tetapi dalam pene­lusuran, tim penyidik menemukan 114 tiket yang diduga fiktif, dengan nilai Rp 600 juta lebih. “Temuan  ini sementara diusut oleh Reskrim Polres Ambon,” kata sumber di kepolisian kepada Siwa­lima, Kamis (26/4).   

Sejumlah pihak diagendakan untuk diperiksa diantaranya, mantan bendahara umum Pemkot Ambon, Saleh Mahulete.

Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Teddy yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan pengusutan dugaan korupsi perjalanan finas fiktif di Pemkot Ambon dan Sekretariat DPRD Kota Ambon tahun 2011.

“Benar, kita sementara usut du­gaan korupsi perjalanan dinas ke­luar daerah pada dua objek yakni Peme­rintah Kota Ambon di bagian sekre­tariat Kota Ambon dan pada Sekwan Kota Ambon tahun 2011. Ada indi­kasi perjalanan dinas keluar daerah yang fiktif dengan indikasi penye­lewengan masing-masing ratusan juta rupiah,” jelas Teddy.

Tim penyidik sudah melayangkan panggilan kepada sejumlah pihak untuk diperiksa dalam waktu dekat.

“Sudah kita panggil pihak terkait untuk dimintai keterangannya dalam waktu dekat. kasus ini mulai dilidik,” ungkap Teddy. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon