Hukum ›› Polisi Belum Mampu Penuhi Petunjuk JPU, Berkas 3 Tersangka Masih P-19

Polisi Belum Mampu Penuhi Petunjuk JPU, Berkas 3 Tersangka Masih P-19


Ambon - Sampai saat ini berkas anggota Polres Buru, Bripka Abas Pelu tersangka kasus narkoba yang ditangkap dengan Bripka Wardi Marasabessy serta dua rekan lainnya belum juga lengkap.

Penyidik Ditresnarkoba Polda Maluku belum mampu memenuhi petunjuk jaksa, sehingga berkas tersangka masih berstatus P-19. Wadir Narkoba Polda Maluku, AKBP Edwan Syaiful yang  dikon­firmasi Siwalima di Mapolda Maluku, Senin (13/11) mengaku berkas tersangka Pelu memang sudah dikembalikan lagi ke jaksa, tapi masih kekurangan sehingga ada penambahan sesuai petunjuk.

“Untuk berkas tersangka Bripka Abas Pelu itu kemapa masih di penyidik, karena menurut jaksa masih kurang bukti. Jadi penyidik masih kembangkan lagi ketera­ngan-keterangan untuk memper­kuat keterlibatan tersangka,” tandas Syaiful.

Menurutnya, dari keterangan Wardi yang mengakui masih ada sejumlah oknum polisi lain terlibat, namun tidak bisa dibuktikan. Sehingga untuk menjerat polisi butuh bukti jelas.

“Kita upayakan secepatnya. Kan kita harus kembangkan lagi untuk lengkapi keterangan dalam BAP Abas Pelu. Sementara untuk pengakuan Wardi bahwa ada anggota lain yang terlibat, namun tidak bisa dibuktikan anggota-anggota ini sehingga masih kita kembangkan,” tandasnya.

Dalam kasus ini baru Bripka Wardi Marasabessy disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Ambon. Marasabessy dituntut tujuh tahun penjara Rabu (8/11). Bripka Wardi juga dituntut membayar denda Rp 1 miliar subsider lima bulan kurungan.

“Kami minta kepada majelis hakim yang memeriksa dan me­ngadili perkara ini agar meng­hukum terdakwa dengan hukuman penjara selama tujuh tahun dan membayar denda 1 miliar rupiah subsider lima bulan kurungan,” tandas JPU Kejati Maluku, Awa­ludin, dalam tuntutannya.

Menurut JPU, terdakwa terbukti melanggar pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Terdakwa yang mengenakan kemeja putih lengan panjang itu hanya tenang mendengarkan tuntutan JPU. Untuk diketahui, Bripka Wardi Marasabessy tak sendirian.

Ia dijerat bersama tiga rekannya yang juga anggota Polres Pulau Buru yakni Bripka Gunawan Santoso, Bripka Abas Pelu dan Brigpol Noer Rahman Sudarno. Mereka juga sementara menjalani sidang di PN Ambon.

Sebelumnya, dalam dakwaan­nya JPU mengatakan, peran Wardi Marasabessy sebagai pe­ngedar Narkoba terungkap, ber­awal dari penangkapan Ali Alkatiri oleh Aiptu Bahtiar Teppo dengan barang bukti 1 paket sabu-sabu.

Ketika diinterogasi, Ali me­ngaku sabu itu dibeli dari Guna­wan Santoso. Penyidik Satres­narkoba Polres Buru kemudian mengembangkan penyidikan dan menangkap Gunawan Santoso.

Saat diperiksa, Gunawan San­toso muka mulut. Ia mengaku membeli 1 paket sabu itu dari Wardi Marasabessy senilai Rp 2.500.000.

Setelah Gunawan buka mulut, Aiptu Bahtiar Teppo, Bripka Arsyad, Brigpol Ashari, Brigpol Imami Junaidi Mamang yang dipimpin Kasat Narkoba Polres Pulau Buru, AKP Jufri Jawa pada tanggal 11 Maret 2917 sekitar pukul 16.30 WIT bergerak menuju tempat tinggal Wardi di base camp areal tambang emas Gunung Botak, Dusun Wamsait Desa Dava, Kecamatan Waelata.

Mereka lalu menangkap Bripka Wardi. Saat dilakukan pengge­ledahan, ditemukan sejumlah barang bukti.

“Saat penggeledahan polisi menemukam 16 paket sabu, 1 buah dompet coklat dengan uang tunai Rp.60.000.000 yang dite­mukan di kasur terdakwa, 1 buah kotak kanebo yang berisi alat hisap sabu, sedotan plastik, sumbu pirex kaca, catton bat, dan 6 buah HP android,” ungkap JPU.

Selanjutnya, terdakwa Wardi dibawa ke Polres Buru. Saat dicecar, ia mengaku memperoleh sabu dari pamannya, Ali Mara­sabessy (masih buron) sebanyak 49 paket pada tanggal 18 Februari 2017.

Sabu itu juga dijual kepada rekannya anggota polisi di Polres Buru yaitu Bripka Gunawan Santoso, Bripka Abas Pelu dan Brigpol Noer Rahman Sudarno.  Tak hanya itu, terdakwa Wardi juga memakai sabu bersama rekan-rekannya itu.

Hal ini juga diperkuat dengan tes urine yang dilakukan dokter Selvie Leimena di RSU Namlea tanggal 11 Maret yang menya­takan mereka positif memakai Narkoba jenis sabu. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon