Kriminal ›› Polisi Amankan Puluhan Motor Bodong dari KN Salawaku

Polisi Amankan Puluhan Motor Bodong dari KN Salawaku


Ambon - Kepolisian Sektor Kawasan Pe­la­buhan Yos Sudarso (KPYS) me­ngamankan puluhan sepeda motor bodong dari KN Salawaku milik  KPLP Kota Tual, Selasa (10/10).

Puluhan sepeda motor itu di­amankan saat KN Salawaku berlabuh di dermaga pelabuhan rakyat, Pantai Losari Mardika Ambon sekitar pukul 12.30 WIT.

Informasi yang  diperoleh Si­walima menyebutkan, sepeda mo­tor sebanyak 35 buah itu, dibawa dari Jakarta dan hendak diselundupkan ke Tual. Namun, terbongkar setelah pihak KPYS mendapat informasi dari warga.

“Setelah diselidiki ternyata benar informasi keberadaan pu­luhan motor yang diduga hasil curian dari Pulau Jawa ada di KN Sa­lawaku, yang sementara sandar di pelabuhan rakyat,” kata sumber di kepolisian.

Haris, salah satu ABK KN Salawaku yang diinterogasi pihak kepolisian mengaku, puluhan sepeda motor bekas itu dibeli dari Jakarta untuk pegawai KPLP Tual.

Kebetulan KN Salawaku baru selesai dok di Jakarta, dan hendak kembali ke Tual. Sehingga puluhan sepeda motor itu, diangkut supaya tidak lagi mengeluarkan biaya pengiriman.“Kalau pakai jasa pengiriman harus keluarkan biaya lagi. Tetapi dalam perjalanan me­sin kapal mengalami kerusakan sehingga berlabuh di pelabuhan rakyat Mardika,” ujarnya.

Kapal berplat merah itu berlabuh sejak Senin (9/10) sekitar pukul 19.00 WIT. Namun keberadaan puluhan motor yang diduga bodong itu, baru diketahui pihak kepolisian KPYS sekitar pukul 21.00 WIT.

Besoknya sekitar pukul 12.30 WIT, puluhan sepeda motor itu kemudian diturunkan dari atas KN Salawaku dan diangkut meng­gunakan truk DE 9000 AU menuju Polsek KPYS.

Kapolsek KPYS Ambon, AKP Ronny Ferdi Manawan kepada wartawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara diduga puluhan sepeda motor itu ilegal. Mestinya pengiriman harus melalui jasa pengiriman. “Kalau ini kan secara teknik ada pelanggaran,” tandas Manawan.

Dari puluhan kendaraan itu ada sebagian memiliki STNK dan BPKB, dan ada juga yang tidak memiliki ke­lengkapan surat. Polisi juga akan me­meriksa nomor mesin dan rang­ka kendaraan. “Sementara ini kita  masih terus kembangkan,” kata Manawan.

Menurut Manawan, prosedur pe­ngiriman antar wilayah harus ada surat jalan yang dikeluarkan pihak ke­polisian setempat. Tidak bisa se­perti yang dilakukan oleh KN Sala­waku. “Ini yang akan kita minta apa­kah ada atau tidak.  Jadi akan dise­lidiki. Kita belum memeriksa pemilik, masih dikembangkan,” ujarnya.

Kepala KPLP Kota Tual, Alwan Rasid yang dikonfirmasi mengakui, ke­salahannya, karena melanggar aturan.

Alwan mengungkapkan, pulu­han sepeda motor ini milik anak buahnya yang dibeli untuk keperluan trans­portasi dalam berkerja. Sebelum mengizinkan puluhan sepeda motor itu diangkut oleh KN Salawaku, Alwan sempat meminta mereka untuk membuat surat pernyataan bahwa sepeda motor yang dibeli memiliki kelengkapan surat.

“Saat tiba di Jakarta mereka beli motor dengan harga yang lebih murah. Saya juga tidak berpikir akan proses surat jalan dari polisi dan sebagainya. Dalam benak saya hanya ingin membantu mereka agar pekerjaan tidak terkendala. Memang ada 35 unit. Sebagian merupakan titipan keluarga di Tual. Dari awal saya memang menyadari. Tapi disisi lain saya melihat ini untuk memo­bilisasi mereka di sana,”  kata Alwan.

Alwan mengaku lalai. Ia tidak berpikir akan terjadi masalah. Ia hanya berpikir asas manfaat kepada anak buahnya.

“Saya suruh mereka buat surat pernyataan bahwa motor ini lengkap dan tidak punya masalah. Saya akui lalai karena tidak memeriksa satu satu,” ujarnya.

Alwan membantah KN Salawaku mengalami kerusakan mesin. Me­nu­rutnya kapal berlabuh di dermaga pelabuhan rakyat untuk mem­perbaiki pompa air laut sebelah kanan. Pompa ini berfungsi sebagai pendingin. “Saya juga ingin me­ngatakan bahwa kapal bersandar bukan karena kerusakan mesin tapi pompa air laut. Sekaligus menam­bah bahan bakar,” jelasnya. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon