Hukum ›› Polisi akan Periksa Mantan Sesmenpora Usut Proyek GOR Buru

Polisi akan Periksa Mantan Sesmenpora


Ambon - Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku mengagendakan kembali pemeriksaan mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Wafid Muharam.

Muharam akan diperiksa terkait kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Gelanggang Olah Raga (GOR) di Kabupaten Buru.

Keterangan Muharam akan dipakai sebagai pintu masuk untuk mengungkap tersangka dalam proyek yang menghabiskan anggar­an Rp 2 milyar, yang bersum­ber dari APBN tahun 2010-2011 tersebut.

Demikian ditegaskan Di­rek­tur Reskrimsus Polda Ma­luku, Kombes Polisi Sulist­yono kepada Siwalima di ruang kerjanya, Rabu (4/4).

Menurut Sulistyono, se­laku Sesmenpora saat itu, Mu­haram paling tahu me­nyangkut proyek GOR di Kabupaten Buru tersebut.

“Kita akan detailkan perta­nyaan seputar alokasi ang­garan untuk pembangunan GOR Buru kepada Muharam. Pasalnya, kontraktor Lutfi Assagaf yang adalah Direk­tur PT. Mitra Bupolo Mandiri sering menyebutkan nama Muharam di setiap pemeriksaan,” ungkap Sulistiyono.

Selain itu, dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap empat staf Sesmenpora beberapa waktu lalu, salah satu di antara keempat staf tersebut menyebutkan bahwa yang bersangkutan sering mengantarkan Lutfi Assagaff kepada Muharam di ruangan kerjanya.

Sebelumnya tim penyidik Ditres­krimsus Polda Maluku ke Jakarta untuk memeriksa staf Sesmenpora, Wafid Muharam tidak berhasil diperiksa karena yang bersang­kutan mengikuti persidangan kasus wisma atlet.

Karena itu, telah meminta Kapolda Maluku untuk membuat surat tem­busan ke penyidik Komisi Pembe­rantasan Korupsi (KPK) yang me­nangani kasus Wisma Atlet, se­hingga mengizinkan pihaknya memeriksa Wafid Muharam.

“Kalau berhasil memeriksa Muha­ram kita, akan kembali mengkonfor­tir hasil pemeriksaan Muharam dengan Assagaf, sehingga dapat memperjelas kasus tersebut,” jelas Sulistiyono.

Penyidik juga akan kembali mengagendekan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Kabupaten Buru, Muhamad Padang dan Direktur PT. Mitra Bupolo Mandiri, Lutif Assagaff.

Setelah pemeriksaan dirampung­kan, penyidik akan langsung mela­kukan gelar perkara untuk menaikan status kasus ini.

Sebelumnya, Direktur Reskrim­sus Polda Maluku, Kombes Polisi Sulistyono kepada Siwalima melalui telepon seluler­nya, Sabtu (24/3) lalu, menjelaskan, saat diperiksa, Direktur PT. Mitra Bu­polo Mandiri, Lutfi Assagaff menye­butkan, pernah memberikan uang ratusan juta ke sejumlah staf di Sesmenpora.

Reskrimsus Polda Maluku meng­ambil langkah untuk mengusut proyek pembangunan GOR di Namlea, senilai Rp 2 milyar ini, sete­lah diketahui anggaran proyek ini telah dicairkan mencapai 40 persen, namun pekerjaannya baru dilaksa­nakan pada Tahun 2012. (S-35)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon