Kriminal ›› Polda Ringkus Calo Casis Anggota Polri Lintas Provinsi

Polda Ringkus Calo Casis Anggota Polri Lintas Provinsi


Ambon - Tim Subdit I Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Maluku berhasil me­nangkap calo calon siswa anggota Polri tahun 2017 lintas provinsi.  Pelaku ber­nama  Fargie. J.  Mandagi (41), ditangkap di rumah ke­tua RT Desa  Alkani, Ke­ca­matan Waikiku, Kabu­paten Malaka, Nusa Teng­gara Timur, Minggu (29/4).

Ia merupakan spesialis lintas provinsi yang tidak hanya berada di Kota Am­bon Maluku tetapi bebe­rapa daerah lain. Penang­kapan terhadap pelaku ini didasarkan Laporan Polisi LP-A/138/III/Maluku/SPKT pada 20 Maret 2018, dengan tuduhan peni­puan dan penggelapan terhadap korban FH dan  NMD  yang mencapai hampir  Rp 1 miliar.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku, Ko­misaris Besar (Kombes)  Gupuh Seti­yono menjelaskan, setelah pihaknya menerima laporan  polisi, anggota langsung melakukan penyelidikan.

Hasil pengembangan diketahui pelaku ternyata berada di NTT yang yang juga hendak melakukan pe­nipuan ijazah di sana. Setelah ber­koordinasi tim kemudian berangkat  pada  Sabtu (28/4) dan  tiba di Kupang. Tim yang dipimpin AKP Sances ini berkoordinasi dengan Polda NTT pada  Minggu (29/4).

Tim gabungan bertolak ke Desa Alkani dan setelah mengetahui tempat persembunyian pelaku, saat itu juga tim gabungan Polda  Maluku dan Polda NTT berhasil meringkusnya.

“Jadi, pelaku mengaku akan men­jamin kelulusan kedua korban untuk menjadi anggota polisi. Meskipun sudah gugur tetapi pelaku meyakin­kan memiliki koneksi dengan Mabes Polri dan akan meloloskan korban akan tetapi  dengan syaratnya mem­be­rikan uang kepada tersangka. Kor­ban pertama asal Jakarta, berinisial NNG membayar Rp 600 juta, se­da­ngkan korban kedua, FH membayar Rp 350 juta, melalui rekening pelaku. Kejadian ini terjadi pada seleksi pene­rimaan anggota Polri tahun 2017 lalu. Saat mendaftar di Polda Maluku kor­ban ditemani  pelaku. Namun ternyata tidak lolos” beber Setiyono yang di­dam­pingi Kabid Humas Polda Maluku Kombes Polisi Muhammad Roem Ohoirat.

Meskipun gagal dalam tes di tahun 2017 pelaku selalu meyakinkan keduanya bahwa dia akan melolos­kan mereka, karena ada kenalannya di Mabes Polri.

Karena lama tak mendapat kabar, kedua korban menghubungi pelaku melalui telepon seluler, namun nomor handphone HP yang biasa digu­nakan untuk berkomunikasi tidak aktif. “Korban berusaha meng­hubungi pelaku namun seluruh nomor tidak aktif. Sehingga korban memutuskan untuk melaporkan pada April 2018. Setelah diselidiki dan dikem­bangkan, pelaku kami tangkap di Alkani, NTT. Pelaku diamankan bersama barang bukti berupa ATM BRI, buku tabungan, bukti rekening koran, serta dua Handphone. Pelaku ini juga lama tinggal di Kota Ambon,” beber Setiyono.

Setiyono menyatakan, dalam kasus ini pelaku dijerat dengan Pasal 378 dan atau Pasal 372 dan pasal 5 ayat (1) Jo Pasal 2 ayat (1) UU No 8 Tahun 2010 ten­tang  Pencucian uang. Disinggung soal indikasi keterlibatan pihak lain, Setiyono mengaku masih dalam pe­nyelidikan dan pengembangan. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon