Visi ›› PNS yang tak Disiplin

PNS yang tak Disiplin


BANYAK Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang suka keluyuran disaat jam kerja sudah menjadi kebiasaan lama. Rumah kopi, dan pusat-pusat perbelanjaan selalu menjadi tempat yang asyik bagi PNS yang tak disiplin menjalankan tugasnya.

Karena itu, ketika petugas Satuan Polisi Pamong Praja melakukan razia dan menangkap puluhan PNS Pemkot Ambon, Senin (17/9) lalu, di sejumlah rumah kopi tak terlalu mengagetkan. Sebab, setiap hari rumah-rumah kopi memang menjadi langganan PNS walaupun saat jam dinas.

Langkah Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Ambon Benny Selanno melakukan razia di sejumlah rumah kopi adalah hal positif.  Setidaknya ada langkah tegas untuk menegakan disiplin pegawai.

Mimpi Walikota Richard Louhenapessy dan Wakil Walikota Ambon MAS Latuconsina untuk meningkatkan pelayanan publik dipastikan akan terhambat dengan perilaku pegawai yang tak disiplin. 

Kita tidak bisa terlalu banyak berbicara tentang partisipasi masyarakat dalam pembangunan, kalau banyak PNS yang tidak loyal dan berdedikasi terhadap tugas dan tanggung jawab di pundaknya.

Tindakan  tegas harus diberikan kepada pegawai yang membandel. Sepanjang tidak ada sanksi tegas kepada pegawai yang sudah berulangkali melakukan indisipliner, maka kesalahan yang sama akan dilakukan lagi. 

Razia pegawai di rumah-rumah kopi bukan hal baru dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja. Sudah berulangkali, tetapi faktanya, ada saja pegawai yang lebih suka keluyuran, dan tidak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Salah satu penyebabnya karena tidak ada sanksi yang tegas terhadap mereka, sehingga tidak ada efek jera.

Selain itu, agenda razia ini jangan seperti orang tidur malam bermimpi, lalu kemudian besok paginya melakukan apa yang dimimpikan itu.  Agenda razia ini harus terencana dengan baik, dan dijadikan agenda kerja tetap BKD Kota Ambon. Dengan begitu  bisa dievaluasi apakah razia dan sanksi yang diberikan kepada pegawai yang tak disiplin berhasil ataukah tidak.

Memang untuk merubah prilaku PNS yang memandel membutuhkan waktu, sebab keluyuran di rumah-rumah kopi dan pusat perbelanjaan disaat jam kantor sepertinya sudah menjadi kebiasaan.

Tetapi penegakan disiplin pegawai harus tetap dilakukan. PNS Pemkot Ambon harus diingatkan lagi bahwa mereka digaji untuk mengabdi kepada daerah, bangsa dan masyarakat. 

Kalau pendekatan secara persuasif tidak bisa juga merubah perilaku pegawai yang tidak disiplin, maka harus ada tindakan represif, yaitu sanksi yang lebih tegas. Tentu tingkatan pembinaan maupun pemberian sanksi kepada pegawai disesuaikan dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. (*)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon