Hukum ›› PNS Pemprov Maluku Dituntut 3 Tahun Penjara Setubuhi Anak Dibawah Umur

PNS Pemprov Maluku Dituntut 3 Tahun Penjara


Ambon - Pegawai Badan Pengelo­laan Keuangan Daerah Pemprov Maluku, Ab­dul­lah Hamu dituntut 3 tahun penjara oleh jaksa di Peng­adilan Negeri Ambon, Kamis (20/4). Ia terbukti menye­tubuhi anak diba­wah umur.

Sidang yang digelar se­cara tertutup itu, dipimpin majelis hakim yang diketuai Herry Setiabudi didampingi hakim anggota Asmo Sia­haan dan Jemmy Wally. Se­men­tara terdakwa didampingi pena­sehat hukum, Djidon Batmamolin.

“Terdakwa dituntut tiga tahun penjara, ia hanya dijerat pasal 287 KUHP,” ungkap Batmamolin, kepada Siwalima, usai sidang tersebut.

Pasal 287 ayat 1 menyebutkan, barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan, padahal diketahuinya atau sepatut­nya harus diduganya bahwa umur­nya belum lima belas tahun, atau kalau umurnya tidak jelas, bahwa belum waktunya untuk dikawin, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

Usai tuntutan dibacakan oleh JPU Kejati Maluku, V.S Dinar, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan, dengan agenda pembelaan.

Untuk diketahui, Abdullhah Hamu ditangkap oleh Sat Pol PP Pemprov Maluku dan personil Polda Maluku saat melakukan operasi keamanan pada akhir bulan November 2016.  Ketika itu, Haru bersama korban be­rada di salah satu penginapan di ka­wasan Natsepa, Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Te­ngah. Lantaran korban merupakan anak dibawah umur, kasus ini ke­mudian diproses oleh penyidik Dit­reskri­mum Polda Maluku.  Terdakwa selama ini tidak ditahan, dengan alasan sementara bekerja sebagai PNS dan dalam kondisi sakit. (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon