Daerah ›› PLN Minta Pihak MCM Tanggung Biaya Pemindahan Alihkan Jaringan Listrik dari JPO

PLN Minta Pihak MCM Tanggung Biaya Pemindahan


Ambon - Pengoperasian Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dibangun pihak MCM, saat ini, terkendala dengan keberadaan tiang maupun jaringan listrik yang berdekatan dengan jembatan tersebut.

Untuk memindahkan tiang maupun jaringan listrik tersebut pihak PLN minta kepada manajemen MCM untuk menangung biaya pemindahan. Pasalnya untuk memindahkan tiang dan jaringan listrik ini membutuhkan biaya yang cukup besar, sementara pihak PLN tak miliki anggaran untuk hal tersebut.

“Kemarin kita telah lakukan rapat dengan menejer MCM, terkait dengan pengoperasian JPO. Kita bahas masalah biaya anggaran pengalihan jaringan dan untuk rancangan anggarannya kita sudah serahkan. Jadi kami tinggal tunggu persetujuan dari pihak MCM,” ungkap Deputi Hukum dan Humas PLN Maluku Maluku Utara Ramli Malawat kepada wartawan di ruang kerjannya, Selasa (16/1).

Dijelaskan, dalam pemindahan jaringan listrik, otomatis akan terjadi pemadaman lampu, sehingga harus ada biaya pemadaman serta biaya jasa pemindahan tiang.

Sejauh ini, dalam pembangunan JPO pihak MCM tidak melakukan koordinasi dengan PLN terkait dengan jaringan, jika ada koor­dinasi terlebih dahulu otomatis pihaknya bisa secepatnya melakukan pemindahan.

“Ini adalah faktor koordinasi, awalnya dalam proses pembangunan seharusnya mereka koordinasi dengan kami untuk memindahkan jaringan itu. Tapi ketika JPO sudah bangun baru mereka koordinasi dengan kami untuk pemindahan jaringan,” ujarnya.

Saat ini kata Malawat, pihak PLN hanya menunggu kesepatakan dari MCM, jika dalam waktu dekat sudah disepakati, maka dalam waktu dekat pula PLN sudah bisa pindahkan tiang maupun jaringan listrik tersebut.

‘Kita tunggu saja, satu atau dua hari, kalau mereka setujui anggarannya, maka Sabtu kami sudah bisa kerjakan. Untuk pekerjaannya cuman dikerjakan hanya satu hari saja dari pagi hingga sore,” tandasnya.

Untuk diketahui, jarak antara bangunan JPO dengan jaringan sistem saluran udara tegangan menengah (STUM) dengan tegangan 20 KV jaraknya kurang lebih 30 cm sementara jarak normal harus maksimal 35 cm. (S-40)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon