Kesra ›› PLN Akui ada Pengurangan Subsisidi Listrik

PLN Akui ada Pengurangan Subsisidi Listrik


Ambon - PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara menegaskan, tidak ada kenaikan tarif listrik per 1 Mei 2017, namun yang ada hanyalah tarif listrik rumah tangga mampu daya 900 Volt Ampere (VA) mengalami penyesuaian berupa pengurangan subsidi listrik namun dilakukan secara bertahap khusus untuk pelanggan yang mampu.

Sedangkan untuk rumah tangga miskin dan tidak mampu dengan daya 900 VA sesuai data terpadu Program Penanganan Fakir Miskin, tetap diberikan subsidi  dengan hanya membayar tarif dasar listrik sebesar Rp 605/kWh. 

“Pemerintah telah terapkan kebijakan subsidi listrik tepat sasaran bagi golongan pelanggan rumah tangga daya 900 VA dan diberlakukan oleh PT PLN  mulai 1 Januari 2017,” ungkap Deputi Hukum dan Humas, PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Eduard Pea saat dihubungi Siwalima melalui telepon selulernya,Senin (8/5).

Dijelaskan, kebijakan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor: 30 Tahun 2007 tentang Energi dan Undang-Undang Nomor: 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, dimana dana subsidi yang disediakan pemerintah hanya diperuntukkan bagi kelompok masyarakat tidak mampu.

Berdasarkan hasil rapat kerja Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR RI pada 22 September 2016, telah disepakati penerapannya, bahwa subsidi listrik tidak diberikan bagi rumah tangga daya 900 VA yang ekonominya mampu. Mengacu pada data terpadu program penanganan fakir miskin khusus yang ditetapkan oleh Mensos melalui Keputusan Menteri Sosial Nomor: 32/HUK/2016, hanya ada 4,1 juta rumah tangga miskin dan tidak mampu.

“4,1 juta rumah tangga inilah subsidi listrik diberikan melalui tarif bersubsidi. Sedangkan bagi rumah tangga daya 900 VA mampu lainnya, yaitu rumah tangga daya 900 VA yang tidak tercakup dalam data terpadu itu tidak lagi diberikan tarif bersubsidi,” jelasnya.

Untuk rumah tangga mampu daya 900 VA kata Pea, ada sekitar 19 juta pelanggan dan sebagai konsekuensi tidak lagi diberikan subsidi, maka golongan tarif 900 VA masyarakat mampu ini akan diberlakukan kenaikan bertahap setiap dua bulan, dimana tahap I pada 1 Januari, tahap II 1 Maret, dan tahap III 1 Mei 2017.

Sedangkan rumah tangga dengan daya 450 VA, seluruhnya masih diberikan tarif bersubsidi. Pemerintah juga tetap memberikan subsidi pada UMKM, bisnis kecil, industri kecil dan peruntukan sosial lainnya. Kebijakan subsidi listrik tepat sasaran dibuat agar lebih terarah sehingga dapat mendukung pemerataan rasio elektrifikasi di Indonesia.

“Pelanggan rumah tangga yang disubsidi, yaitu seluruh pelanggan rumah tangga daya 450 VA berjumlah 23 juta pelanggan ditambah pelanggan rumah tangga daya 900 VA miskin dan tidak mampu sebanyak 4,1 juta, sehingga total keseluruhan menjadi sekitar 27 juta pelanggan, jadi tidak benar jika subsidi kepada masyarakat miskin dihilangkan,” tandasnya.

Ditambahkan, dengan pelaksanaan kebijakan subsidi listrik tepat sasaran ini maka, pemerintah dapat menghemat anggaran sekitar Rp 22 trilyun/tahun. Dana penghematan ini diharapkan dapat digunakan untuk mempercepat pembangunan infratruktur listrik dan melayani 10 juta masyarakat yang belum menikmati listrik.

Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan subsidi listrik tepat sasaran rumah tangga 900 VA ini, maka telah dibentuk tim penanganan pengaduan posko pusat dalam rangka pelaksanaan subsidi listrik tepat sasaran. (S-40)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon